Pesantren Sebagai Mesin Ekonomi: Wamenkop Ungkap Potensi Dahsyat untuk Kesejahteraan Rakyat

Wakil Menteri Koperasi mengungkapkan pesantren memiliki potensi ekonomi dahsyat yang belum dimaksimalkan. Institusi ini bisa menjadi mesin pemberdayaan masyarakat dan penggerak kemandirian bangsa.

Sep 15, 2026 - 13:30
Sep 15, 2026 - 13:30
 0  1
Pesantren Sebagai Mesin Ekonomi: Wamenkop Ungkap Potensi Dahsyat untuk Kesejahteraan Rakyat

Reyben - Wakil Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Wamenkop), Faridah Faricha, membuka mata publik terhadap sebuah kenyataan yang selama ini sering terlewatkan. Pesantren, institusi pendidikan Islam tradisional yang tersebar di seluruh nusantara, ternyata menyimpan potensi ekonomi luar biasa besar. Dalam pandangannya, pesantren bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama, melainkan pusat pemberdayaan ekonomi yang mampu mengangkat derajat kehidupan masyarakat sekitarnya secara signifikan.

Faridah Faricha menekankan bahwa pesantren memiliki kekuatan struktural yang unik untuk menjadi pengungkit perubahan ekonomi di tingkat grassroot. Dengan jaringan yang kuat, kepercayaan tinggi dari masyarakat, dan filosofi berbasis kemandirian, pesantren memiliki fondasi sempurna untuk mengembangkan berbagai inisiatif ekonomi produktif. Menurutnya, jika potensi ini dimaksimalkan dengan strategi yang tepat, pesantren bisa berperan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal dan bahkan berkontribusi pada kemandirian bangsa secara keseluruhan.

Wamenkop melihat pesantren sebagai institusi yang memiliki kredibilitas sosial tinggi di mata komunitas. Kepercayaan ini adalah aset berharga yang bisa dikonversi menjadi momentum untuk pengembangan usaha bersama, koperasi, dan berbagai program pemberdayaan ekonomi alternatif. Banyak pesantren yang sudah menunjukkan inisiatif nyata dalam bidang pertanian berkelanjutan, pengrajin, peternakan, dan berbagai usaha mikro lainnya. Kesuksesan-kesuksesan ini membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi katalis perubahan ekonomi jika didukung dengan pendampingan, akses modal, dan transfer teknologi yang tepat.

Lebih lanjut, Faridah Faricha mengajak semua pihak untuk melihat pesantren dengan perspektif baru. Bukan hanya sebagai institusi yang fokus pada aspek spiritual, tetapi juga sebagai partner strategis dalam agenda pembangunan ekonomi nasional. Dengan memberdayakan pesantren, secara otomatis kita memberdayakan ribuan keluarga dan komunitas yang bergantung pada institusi tersebut. Langkah konkret yang diperlukan adalah meningkatkan ekosistem bisnis di pesantren, menyediakan pelatihan keterampilan entrepreneur, dan memfasilitasi akses ke pasar yang lebih luas.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow