Bacokan Maut Kakak Akibat Perbuatan Mesum, Pemuda 20 Tahun Nyaris Habisi Saudara Sendiri

Seorang pemuda MH (20 tahun) melakukan aksi brutal membacok kakaknya BW (31 tahun) di Cakung. Kasus ini dipicu karena MH marah setelah ditegur karena kedapatan mengintip adik iparnya saat mandi. Korban mengalami luka parah dan nyaris meninggal sebelum akhirnya diselamatkan.

Apr 10, 2026 - 01:02
Apr 10, 2026 - 01:02
 0  0
Bacokan Maut Kakak Akibat Perbuatan Mesum, Pemuda 20 Tahun Nyaris Habisi Saudara Sendiri

Reyben - Sebuah insiden kekerasan yang mencengangkan terjadi di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Seorang pemuda berinisial MH (20 tahun) berani membacok kakak kandungnya bernama BW (31 tahun) dengan sengit. Korban mengalami luka bacok yang cukup parah dan nyaris meninggal dunia. Kasus ini terungkap setelah penyelidikan mendalam oleh aparat kepolisian setempat yang menemukan motif mengejutkan di balik aksi brutal tersebut.

Pemicu utama kekerasan ini dimulai dari sebuah kesalahpahaman keluarga yang berakhir tragis. MH diduga tertangkap basah sedang mengintip adik iparnya saat sedang mandi di rumah. Setelah perbuatan tidak senonoh itu diketahui, kakaknya BW langsung menegur dengan keras. Namun daripada menerima nasihat, pemuda berusia dua puluh tahun itu justru merasa kesal dan tersinggung mendapat teguran dari kakaknya. Rasa marah dan malu yang meluap-luap mendorong MH melakukan hal yang tidak terprediksi, yaitu mengambil senjata tajam dan menyerang kakaknya secara membabi buta.

Dengan membawa bacok, MH langsung menyerbu kakaknya tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara. Bacokan demi bacokan ia layangkan ke tubuh BW dengan penuh amarah dan kebencian. Korban berusaha menghindar dan melindungi diri, namun kekuatan pemuda yang lebih muda membuat BW semakin terpojok. Luka demi luka cukup serius menghiasi tubuh sang kakak, membuatnya tergeletak dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Untung saja tetangga mendengar jeritan dan keributan di dalam rumah, sehingga segera menghubungi ambulans dan polisi. Respons cepat petugas medis berhasil menyelamatkan nyawa BW dari maut yang sudah menghampiri.

Pasca penanganan medis di rumah sakit, aparat kepolisian langsung bergerak menyelidiki kasus ini. MH tidak memberikan perlawanan saat ditangkap dan mengakui perbuatannya. Dalam interogasi, pemuda tersebut menjelaskan bahwa dia merasa sangat malu dan marah ketika ditegur oleh kakaknya atas tindakan mesum yang dilakukannya. Dia tidak bisa mengendalikan emosi dan terdorong untuk melakukan kekerasan ekstrem. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Kepolisian Resor setempat dan akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum pidana yang berlaku, termasuk pasal tentang penganiayaan dan niat membunuh.

Insiden tragis ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang betapa pentingnya kontrol emosi dalam setiap situasi. Meski MH melakukan perbuatan yang salah dengan mengintip adik iparnya, respons dengan kekerasan justru menciptakan masalah yang lebih besar. Keluarga dituntut untuk menyelesaikan permasalahan dengan komunikasi baik daripada tindak kekerasan. Diharapkan setelah menjalani proses hukum, pemuda ini dapat merenung dan memahami kesalahan perbuatannya, serta keluarga dapat pulih dan membangun kembali hubungan yang renggang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow