Gubernur Pramono Tegaskan Kontroversi Baliho 'Aku Harus Mati' Tak Boleh Berulang, Ini Alasannya

Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa kontroversi baliho film 'Aku Harus Mati' tidak boleh terulang lagi. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab sosial dalam industri hiburan terhadap kesehatan mental masyarakat.

Apr 6, 2026 - 12:42
Apr 6, 2026 - 12:42
 0  1
Gubernur Pramono Tegaskan Kontroversi Baliho 'Aku Harus Mati' Tak Boleh Berulang, Ini Alasannya

Reyben - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan pernyataan tegas terkait insiden penayangan baliho film 'Aku Harus Mati' yang akhirnya diturunkan dari berbagai lokasi strategis di Jakarta. Dalam respons resminya, Pramono menekankan bahwa peristiwa serupa tidak boleh terulang lagi mengingat dampak negatif yang ditimbulkan terhadap kesehatan mental masyarakat. Langkah pemerintah untuk menurunkan billboard tersebut dianggap sebagai tindakan preventif yang tepat demi menjaga sensitivitas publik, khususnya bagi kelompok rentan yang sedang menjalani proses penyembuhan gangguan kejiwaan.

Problematika baliho film berlatar belakang depresi ini menarik perhatian publik karena dinilai sangat sensitif dan memiliki potensi trigger yang berbahaya. Pramono memahami bahwa industri perfilman memang memiliki kebebasan artistik, namun kebebasan tersebut harus tetap bertanggung jawab terhadap dampak sosial yang ditimbulkan. Menurutnya, sebuah karya seni tidak boleh mengorbankan kesejahteraan psikologis penonton, terutama mereka yang sedang vulnerable dalam perjalanan pemulihan kesehatan mental mereka. Komitmen pemerintah Jakarta ini sejalan dengan upaya nasional untuk mendestigmatisasi dan memberikan dukungan lebih baik bagi penderita gangguan mental.

Tindakan proaktif pemerintah Jakarta dalam mengevaluasi materi promosi film menunjukkan kesadaran akan pentingnya literasi kesehatan mental dalam industri kreatif. Pramono mengharapkan agar para pembuat film, agensi periklanan, dan distributor konten lainnya lebih mempertimbangkan aspek psikologis dalam setiap kampanye promosi mereka. Kolaborasi antara sektor industri hiburan dengan profesional kesehatan mental menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem media yang lebih inklusif dan bertanggung jawab. Gubernur juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan apabila menemukan konten yang berpotensi membahayakan kesehatan mental publik.

Ke depannya, Pramono berkomitmen untuk terus melakukan monitoring terhadap konten-konten promosi yang ditayangkan di ruang publik Jakarta. Beliau juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai stakeholder industri untuk memastikan setiap kampanye promosi telah melalui pertimbangan etis yang matang. Langkah ini bukan berarti pembatasan kreativitas, melainkan upaya menciptakan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan dialogis, diharapkan industri kreatif Indonesia dapat terus berkembang sambil tetap menjaga kesejahteraan mental masyarakat luas.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow