Strategi Jitu Pelabuhan Ketapang: Sistem TBB Hancurkan Kemacetan Pemudik di Jalur Gilimanuk
Pelabuhan Ketapang menerapkan sistem TBB untuk mengatasi kemacetan pemudik menuju Bali. Metode inovatif ini terbukti mengurangi antrean hingga 40 persen dan meningkatkan efisiensi operasional kapal feri secara dramatis.
Reyben - Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi menghadirkan solusi inovatif untuk mengatasi lonjakan volume kendaraan pemudik yang menyebabkan kemacetan parah di jalur penyeberangan menuju Bali. Sistem yang dikenal sebagai pola 'TBB' (Turun-Bongkar-Berangkat) kini menjadi strategi ampuh untuk mengurai antrian panjang dan mengurangi waktu tunggu penumpang. Dengan menerapkan metode terukur ini, Pelabuhan Ketapang berhasil meningkatkan efisiensi operasional kapal feri tanpa mengorbankan keselamatan penumpang dan kendaraan.
Metode TBB bekerja dengan logika sederhana namun efektif. Ketika kapal feri tiba di Dermaga III Pelabuhan Ketapang, prosesnya diprioritaskan hanya untuk menurunkan dan membongkar muatan kendaraan dari Gilimanuk terlebih dahulu. Kapal tidak langsung melakukan proses memuat kendaraan dari Ketapang untuk kembali ke Bali. Pola ini memastikan arus lalu lintas kendaraan tetap teratur dan meminimalkan waktu idle kapal di dermaga. Dengan pendekatan ini, kapasitas kapal dapat dioptimalkan secara maksimal untuk melayani pemudik yang terus berdatangan.
Penerapan sistem TBB mencerminkan komitmen Pelabuhan Ketapang dalam memberikan layanan terbaik di musim tinggi. Pihak manajemen pelabuhan telah melakukan koordinasi intensif dengan operator kapal feri untuk memastikan setiap vessel beroperasi sesuai protokol baru. Tim operasional bekerja shift lebih panjang untuk mengmonitor setiap tahapan bongkar-muat dengan presisi tinggi. Hasilnya, jumlah kapal yang berhasil melakukan transaksi penyeberangan meningkat signifikan dibandingkan sistem konvensional sebelumnya. Pemudik yang tadinya harus menunggu berjam-jam kini bisa memperpendek waktu tunggu mereka.
Dampak positif sistem TBB terasa langsung di lapangan. Antrean kendaraan yang sempat mencapai ratusan unit berhasil dikurangi hingga 40 persen dalam beberapa hari pertama implementasi. Penumpang melaporkan pengalaman yang jauh lebih nyaman, mulai dari proses check-in yang lebih cepat hingga boarding yang teratur. Selain itu, efisiensi bahan bakar kapal juga meningkat karena pengurangan waktu tunggu di dermaga. Strategi ini terbukti menjadi win-win solution bagi semua pihak, baik pemudik, operator kapal, maupun manajemen pelabuhan. Kesuksesan pola TBB di Ketapang diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelabuhan-pelabuhan lain dalam mengelola arus penumpang musiman.
What's Your Reaction?