Xavi Buka Suara: Joan Laporta Sang Dalang Batal Transfer Messi 2023
Xavi Hernandez mengungkap alasan sebenarnya dibalik gagalnya Lionel Messi kembali ke Barcelona pada 2023, dengan menunjuk Joan Laporta sebagai tokoh yang membatalkan transfer legendaris tersebut.
Reyben - Mantan pelatih Barcelona Xavi Hernandez akhirnya membongkar kisah suram di balik kegagalan Lionel Messi untuk kembali ke Camp Nou pada musim 2023 silam. Dalam pernyataannya yang cukup bombastis, Xavi secara terang-terangan menunjuk presiden klub Joan Laporta sebagai tokoh kunci yang membatalkan rencana transfer legendaris tersebut. Ungkapan Xavi ini menambah deretan kontroversi yang telah melingkupi Barcelona dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait keputusan-keputusan finansial dan manajemen kepemimpinan Laporta.
Xavi menjelaskan bahwa secara teknis dan emosional, semuanya sudah siap untuk menyambut kembali sang maestro Argentina di Barcelona. Pembicaraan dengan Messi sudah berlangsung positif, dan legenda berusia 36 tahun tersebut juga menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengenakan jersey biru-garuda sekali lagi. Namun, Laporta yang pada akhirnya mengambil keputusan eksekutif untuk menghentikan semua proses negosiasi. Alasan di balik keputusan tersebut, menurut Xavi, berkaitan dengan kompleksitas finansial dan regulasi La Liga yang ketat terhadap pengeluaran klub. Barcelona pada saat itu masih terjebak dalam kesulitan ekonomi pasca-pandemi, dengan utang yang mencapai miliaran euro.
Keputusan Laporta untuk tidak menghadirkan Messi kembali dinilai Xavi sebagai putusan yang pragmatis namun menyakitkan. Sang pelatih menekankan bahwa meskipun secara struktural Barcelona menghadapi hambatan serius, kesempatan untuk memiliki Messi sekali lagi adalah peluang langka yang jarang datang dua kali dalam sejarah klub. Xavi merasa bahwa keputusan itu lambat laun menjadi salah satu penyesalan terbesar dalam era Laporta, mengingat posisi Barcelona di musim berikutnya tidak mengalami peningkatan signifikan. Malahan, keputusan tersebut sempat menurunkan moral klub dan penggemar yang sangat mengharapkan kedatangan sang GOAT Barcelona.
Kisah transparan Xavi ini membuka lagi perdebatan panjang tentang manajemen Barcelona di era Laporta. Kritikus klub menunjuk berbagai keputusan yang dianggap kontroversial, mulai dari penjualan pesawat pribadi klub hingga investasi besar dalam talent remaja yang belum terbukti kualitasnya. Sementara itu, pihak Barcelona dan Laporta sendiri tetap membela keputusan tersebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas finansial klub. Apapun alasannya, masa depan yang berbeda untuk Messi di PSG dan saat ini di Inter Miami telah menjadi kenyataan sejarah yang tidak bisa diubah lagi, meninggalkan pertanyaan besar tentang bagaimana Barcelona jika keputusan berbeda telah diambil pada 2023.
Pengakuan Xavi ini juga menunjukkan dinamika internal yang cukup kompleks dalam organisasi Barcelona. Sebagai pelatih yang memiliki visi jelas untuk tim, Xavi punya perspektif berbeda dengan level eksekutif klub. Perbedaan visi ini bukanlah hal baru dalam dunia sepak bola, namun keberanian Xavi untuk secara terang-terangan mengungkapnya menunjukkan bahwa kepercayaannya terhadap kepemimpinan Laporta sudah mencapai titik rendah. Akhirnya, hubungan antara keduanya tidak bisa disimpulkan dengan baik, dan Xavi pun akhirnya meninggalkan Barcelona pada pertengahan musim berikutnya.
What's Your Reaction?