Fakfak Siap Jadi Pusat Investasi Besar, DPD: Jangan Lupakan Hak Masyarakat Adat

Anggota DPD RI Filep Wamafma mengingatkan bahwa investasi besar di Kabupaten Fakfak harus menghormati hak masyarakat adat. Sejumlah PSN akan dikembangkan, namun konsultasi dengan komunitas lokal harus menjadi prioritas utama.

May 10, 2026 - 01:08
May 10, 2026 - 01:08
 0  0
Fakfak Siap Jadi Pusat Investasi Besar, DPD: Jangan Lupakan Hak Masyarakat Adat

Reyben - Kabupaten Fakfak di Papua Barat akan menjadi magnet investasi besar-besaran dalam waktu dekat. Namun, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Filep Wamafma mengingatkan agar pemerintah dan investor tidak mengabaikan hak-hak masyarakat adat setempat. Peringatan ini muncul seiring dengan rencana sejumlah Pusat Strategis Nasional (PSN) yang akan dikembangkan di daerah yang kaya sumber daya alam ini.

Wamafma mengakui potensi besar investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Papua Barat secara keseluruhan. Sejumlah proyek infrastruktur dan industri diproyeksikan akan memberikan dampak multiplier bagi perekonomian daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Namun, optimisme ini harus diimbangi dengan kehati-hatian dalam melindungi hak-hak fundamental masyarakat adat yang telah menghuni wilayah Fakfak turun-temurun.

Masyarakat adat di Fakfak memiliki ikatan kuat dengan alam dan sumber daya alam di sekitarnya. Mereka bergantung pada ekosistem lokal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik dari hasil hutan maupun laut. Pembangunan investasi berskala besar berpotensi mengubah lanskap lingkungan dan mengganggu pola hidup tradisional mereka. Oleh karena itu, Wamafma menekankan pentingnya konsultasi awal dan persetujuan berkelanjutan dari komunitas lokal sebelum proyek besar diimplementasikan.

Sebagai anggota DPD yang mewakili kepentingan daerah, Wamafma melihat perlunya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian. Investor dan pemerintah perlu memastikan bahwa setiap proyek PSN di Fakfak dilengkapi dengan mekanisme perlindungan lingkungan yang ketat, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, khususnya kelompok adat. Program pelatihan keterampilan, kesempatan kerja, dan pembagian keuntungan yang adil harus menjadi bagian integral dari setiap proyek investasi.

Wamafma juga menyarankan pembentukan lembaga pengawas independen yang melibatkan perwakilan masyarakat adat, untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek-proyek besar. Pengalaman dari berbagai daerah menunjukkan bahwa investasi besar tanpa mekanisme kontrol yang kuat sering kali menimbulkan dampak negatif sosial dan lingkungan. Dengan pendekatan yang inklusif dan responsif, Fakfak memiliki kesempatan emas untuk menjadi model pembangunan yang menguntungkan semua pihak, tidak hanya investor dan pemerintah pusat, melainkan juga generasi masyarakat adat di masa depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow