Tragedi Api di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Habis Dilalap Bara

Kebakaran dahsyat menghanguskan 51 rumah dan 49 leuit di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Sukabumi. Ketua adat menyatakan situasi benar-benar di luar kemampuan komunitas untuk menangani.

Jul 26, 2026 - 23:51
Jul 26, 2026 - 23:51
 0  0
Tragedi Api di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Habis Dilalap Bara

Reyben - Bencana kebakaran besar-besaran telah menimpa Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, sebuah permukiman tradisional yang terletak di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Api yang menyambar dengan dahsyat pada hari kejadian tersebut berhasil menghanguskan tidak kurang dari 51 unit rumah milik warga setempat, sekaligus memusnahkan 49 leuit—sebuah bangunan penyimpanan padi tradisional yang memiliki nilai historis dan budaya yang sangat penting bagi komunitas adat setempat. Kerugian material yang ditimbulkan dari insiden ini diprediksi mencapai angka yang fantastis, meninggalkan jutaan rupiah dalam kerusakan infrastruktur dan hilangnya aset pribadi warga.

Ketua adat setempat mengungkapkan kesedihan mendalam atas musibah yang menimpa komunitasnya. Dalam penyataan yang penuh emosi, beliau mengatakan bahwa situasi ini benar-benar "nggak ketulungan" dan melampaui kapasitas masyarakat lokal untuk menangani. Respons dari petugas pemadam kebakaran memang telah digerakkan dengan cepat, namun kehadiran mereka ternyata tidak cukup untuk menghentikan laju api yang terus meluas ke berbagai sudut pemukiman. Kondisi geografis kampung adat yang padat dan bangunan-bangunan yang mayoritas berbahan kayu membuat api menyebar dengan sangat cepat dari satu rumah ke rumah lainnya, menciptakan situasi yang sulit dikontrol.

Para penduduk yang menjadi korban kebakaran ini kini harus menghadapi realitas berat sebagai pengungsi di tempat penampungan sementara. Banyak di antara mereka yang kehilangan segala-galanya, mulai dari rumah tempat tinggal, barang-barang berharga, hingga persediaan pangan yang telah mereka simpan di leuit. Kelangkaan leuit yang terbakar menjadi permasalahan khusus, mengingat leuit tidak hanya berfungsi sebagai gudang penyimpanan padi, tetapi juga merupakan simbol penting dari warisan budaya masyarakat Kasepuhan. Kehilangan 49 leuit sekaligus berarti kehilangan bagian signifikan dari identitas budaya mereka.

Pihak berwenang telah mulai melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab awal kebakaran ini. Sementara itu, berbagai pihak termasuk pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan telah menunjukkan komitmen untuk memberikan bantuan darurat kepada warga yang terdampak. Namun, para ahli dan tokoh adat bersepakat bahwa proses pemulihan akan memerlukan waktu yang sangat panjang mengingat kerusakan yang sangat masif. Rencana rekonstruksi Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya akan membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai tingkat pemerintahan dan masyarakat luas untuk memastikan komunitas adat ini dapat bangkit kembali dan mempertahankan warisan budaya mereka.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow