LESBUMI PBNU Buka Suara: Regulasi Kesehatan Baru Ancam Keberlangsungan Petani Tembakau Indonesia

LESBUMI PBNU menolak keras rancangan aturan turunan PP Kesehatan karena dikhawatirkan akan merugikan jutaan petani tembakau Indonesia yang menggantungkan kehidupan ekonomi mereka dari komoditas tersebut.

Jul 1, 2026 - 19:10
Jul 1, 2026 - 19:10
 0  0
LESBUMI PBNU Buka Suara: Regulasi Kesehatan Baru Ancam Keberlangsungan Petani Tembakau Indonesia

Reyben - Organisasi LESBUMI PBNU membunyikan alarm keras atas rencana penerbitan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Kesehatan yang dinilai dapat merugikan jutaan petani tembakau di Indonesia. Dalam pernyataan tegas mereka, organisasi yang bergerak di bidang ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat ini menolak mentah-mentah kebijakan yang dianggap tidak mempertimbangkan aspek sosial ekonomi dan ketenagakerjaan.

Menurut LESBUMI PBNU, pemerintah terlalu fokus pada aspek kesehatan tanpa memperhatikan dampak domino yang akan dialami oleh ribuan keluarga petani tembakau yang menggantungkan hidup dari komoditas ini. Organisasi berafiliasi dengan PBNU ini mengatakan bahwa regulasi yang sedang dirancang belum melibatkan stakeholder pertanian secara komprehensif, khususnya para petani yang selama ini menjadi pilar ekonomi di berbagai daerah penghasil tembakau seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lombok.

Permasalahan yang diangkat LESBUMI PBNU mencerminkan dilema kebijakan yang sering dihadapi pemerintah: antara kepentingan kesehatan publik dan kelangsungan ekonomi sektor tradisional. Organisasi ini berargumen bahwa transisi dari usaha tembakau memerlukan perencanaan matang, dukungan finansial, serta program diversifikasi pertanian yang konkret. Tanpa hal tersebut, aturan turunan PP Kesehatan hanya akan menciptakan pengangguran masif dan kemiskinan di komunitas yang sudah rentan secara ekonomi.

Dalam menyuarakan keberatan ini, LESBUMI PBNU juga menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam pembuatan kebijakan publik. Mereka meminta pemerintah untuk mengadakan dialog lebih mendalam dengan asosiasi petani, pemerintah daerah penghasil tembakau, serta pelaku industri sebelum mengesahkan regulasi yang akan mengubah lanskap pertanian nasional. Organisasi ini menegaskan bahwa reformasi kebijakan kesehatan harus berjalan beriringan dengan program sosial dan ekonomi yang memberikan jalan alternatif bagi petani untuk bertahan hidup dan meningkatkan kesejahteraan mereka di masa depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow