Sudah Potong Nasi Putih Tapi Gula Darah Naik? Ini Rahasia yang Dokter Zaidul Akbar Ingin Kamu Tahu

Berhenti makan nasi putih saja tidak cukup untuk menurunkan gula darah. Dr Zaidul Akbar mengungkapkan faktor-faktor penting lainnya yang harus diperhatikan untuk hasil optimal.

Jul 31, 2026 - 23:57
Jul 31, 2026 - 23:57
 0  2
Sudah Potong Nasi Putih Tapi Gula Darah Naik? Ini Rahasia yang Dokter Zaidul Akbar Ingin Kamu Tahu

Reyben - Banyak orang yang sudah berusaha keras mengurangi atau bahkan menghilangkan konsumsi nasi putih dari menu harian mereka, namun tetap saja kadar gula darah tidak menunjukkan penurunan yang signifikan. Fenomena ini sebenarnya lebih umum terjadi daripada yang dibayangkan. Pasalnya, menurunkan gula darah bukan hanya sekadar tentang berhenti makan nasi putih saja. Ada banyak faktor lain yang turut berperan dalam mengatur kadar gula dalam darah kita. Dokter spesialis gaya hidup, dr Zaidul Akbar, telah memberikan insight berharga mengenai masalah ini yang patut kita pahami dengan baik.

Salah satu faktor utama yang sering terlewatkan adalah waktu dan cara kita mengonsumsi makanan. Dr Zaidul Akbar menekankan bahwa tidak hanya jenis makanan yang penting, tetapi juga pola makan yang disusun secara konsisten. Banyak orang masih mengonsumsi berbagai jenis karbohidrat tinggi dari sumber lain, seperti roti putih, biskuit, atau bahkan buah-buahan dengan kadar gula tinggi, tanpa menyadarinya. Selain itu, frekuensi makan yang terlalu sering juga bisa membuat insulin dalam tubuh terus bekerja tanpa henti, sehingga tubuh menjadi resistansi terhadap hormon pengatur gula ini. Pemahaman mendalam tentang komposisi makanan menjadi kunci utama untuk mencapai hasil yang optimal.

Dr Zaidul Akbar juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan nutrisi dalam setiap hidangan. Menurutnya, mengombinasikan karbohidrat dengan protein dan lemak sehat dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Strategi ini dikenal sebagai food combining yang tepat. Misalnya, jika Anda ingin mengonsumsi karbohidrat kompleks, pastikan untuk menyertakannya dengan sumber protein seperti telur, ikan, atau kacang-kacangan. Kebiasaan memilih makanan dengan indeks glikemik rendah juga menjadi prioritas. Dokter Zaidul merekomendasikan agar seseorang beralih ke sumber karbohidrat seperti singkong, ubi, atau beras merah yang memiliki dampak lebih minimal terhadap lonjakan gula darah.

Selain aspek pola makan, dr Zaidul Akbar tidak lupa mengingatkan pentingnya aktivitas fisik dan istirahat yang cukup. Gaya hidup sedentari dan kurang tidur dapat meningkatkan resistansi insulin secara signifikan. Dia menyarankan agar setiap orang melakukan gerak ringan setidaknya 30 menit setelah makan untuk membantu penyerapan gula yang lebih optimal. Stress dan kualitas tidur yang buruk juga dapat memicu produksi hormon kortisol yang meningkatkan gula darah. Oleh karena itu, mengatasi masalah gula darah memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan perubahan pada pola makan, aktivitas fisik, manajemen stress, dan kualitas istirahat. Dengan mengikuti saran komprehensif dari dokter berpengalaman seperti dr Zaidul Akbar, Anda memiliki peluang jauh lebih besar untuk mencapai kadar gula darah yang sehat dan stabil dalam jangka panjang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow