Hasan Nasbi Buka Suara: Istilah 'Londo Ireng' Prabowo Bukan Hinaan, Tapi Ungkapan Kekesalan
Hasan Nasbi mengklarifikasi istilah 'londo ireng' yang digunakan Presiden Prabowo bukan sebagai hinaan, melainkan ekspresi kemarahan terhadap perilaku yang menciptakan kegaduhan.
Reyben - Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengklarifikasi pernyataan kontroversial Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah 'londo ireng' dalam beberapa kesempatan. Menurut Nasbi, frasa tersebut bukan merupakan hinaan personal, melainkan ekspresi kemarahan terhadap perilaku dan tindakan yang dinilai merepotkan atau menyebabkan gaduh dalam konteks tertentu. Klarifikasi ini menjadi penting mengingat pernyataan Prabowo sempat memicu berbagai spekulasi dan interpretasi dari berbagai pihak di media sosial maupun publik.
Dalam penjelasannya, Hasan Nasbi menekankan bahwa penggunaan istilah lokal seperti 'londo ireng' merupakan bagian dari cara berbicara Presiden yang spontan dan autentik. Menurutnya, istilah ini biasa digunakan oleh masyarakat Jawa untuk menggambarkan seseorang yang suka menciptakan kegaduhan atau menimbulkan masalah. Nasbi berusaha menghilangkan kesan bahwa Prabowo menggunakan istilah tersebut sebagai serangan pribadi terhadap individu atau kelompok tertentu. Sebaliknya, penasihat komunikasi presiden ini melihatnya sebagai ekspresi frustrasi yang dilakukan secara terbuka dan tanpa maksud untuk merendahkan martabat siapa pun.
Klarifikasi Hasan Nasbi datang setelah beberapa media massa dan tokoh publik memberikan interpretasi berbeda atas perkataan Prabowo. Beberapa pihak menganggap istilah tersebut sensitif dan berpotensi menyinggung martabat, sementara yang lain melihatnya sebagai ungkapan budaya lokal yang wajar. Nasbi sendiri tampak ingin menjembatani perbedaan interpretasi ini dengan menjelaskan konteks dan maksud sesungguhnya dari pernyataan Presiden. Tim komunikasi istana nampaknya ingin memastikan bahwa pesan Prabowo tidak disalahpahami oleh masyarakat luas.
Peran Hasan Nasbi sebagai penasihat komunikasi presiden menunjukkan betapa pentingnya manajemen pesan publik dalam setiap ucapan pejabat tinggi negara. Dalam era digital dan media sosial yang cepat menyebarkan informasi, setiap kata yang diucapkan presiden berpotensi menjadi bahan diskusi publik yang luas. Klarifikasi ini juga mencerminkan upaya pemerintahan Prabowo untuk membangun narasi yang jelas dan terukur dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Ke depannya, perhatian pada pemilihan kata dan konteks pernyataan akan tetap menjadi fokus penting bagi tim komunikasi presidensial.
What's Your Reaction?