Sopir Taksi Green Ungkap Momen Horor Saat Mobilnya Terseret KRL di Bekasi Timur

Sopir taksi Green SM bernama RRP masih trauma dengan insiden mengerikan saat mobilnya tertimpa KRL di perlintasan Stasiun Bekasi Timur. Pengakuannya mengungkap sistem keselamatan perlintasan yang tidak berfungsi optimal.

May 8, 2026 - 17:10
May 8, 2026 - 17:10
 0  0
Sopir Taksi Green Ungkap Momen Horor Saat Mobilnya Terseret KRL di Bekasi Timur

Reyben - Seorang sopir taksi bernama RRP masih terguncang dengan peristiwa mencekam yang menimpa dirinya minggu lalu. Mobilnya, sebuah taksi berwarna hijau dari armada Green SM, tiba-tiba tertemper oleh kereta rel listrik (KRL) di area perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur. Insiden yang terjadi dalam hitungan detik itu kemudian memicu tabrakan berantai melibatkan KRL dan KA Argo Bromo, meninggalkan jejak kecelakaan yang mencekam dan pertanyaan serius tentang keselamatan transportasi publik di kawasan tersebut.

Dalam pengakuannya kepada pihak investigasi, RRP menceritakan detik-detik mengerikan ketika dia menyadari mobil taksinya masuk ke jalur rel kereta. Sopir berusia 45 tahun itu mengaku tidak sempat melakukan apa pun untuk menghindari KRL yang datang dengan kecepatan penuh. Dalam sekejap, kendaraan yang dia kemudikan hancur lebur tertimpa oleh rangkaian gerbong. Dia sendiri berhasil selamat dari perangkap besi itu, meskipun mengalami cedera dan trauma yang tidak ringan. Kesaksiannya menjadi kunci penting dalam merekonstruksi kronologi kejadian yang masih menyisakan tanda tanya besar tentang kontrol keselamatan di perlintasan tersebut.

Pengakuan sopir itu menjadi titik balik dalam penyelidikan. Investigator menemukan bahwa barrier pengaman di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur tidak berfungsi dengan optimal. Sistem peringatan yang seharusnya memberikan waktu cukup bagi pengendara untuk mengevakuasi area perlintasan ternyata mengalami kerusakan atau paling tidak tidak responsif. Catatan perawatan dan pemeliharaan perlintasan juga menunjukkan kekosongan dalam dokumentasi pemeriksaan berkala. Hal ini membuka sorotan tajam terhadap manajemen PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang bertanggung jawab atas operasional KRL dan infrastruktur perlintasan tersebut.

Kasus RRP dan taksi Green SM-nya bukan sekadar insiden kecelakaan biasa. Peristiwa ini menyoroti celah serius dalam sistem keselamatan transportasi yang seharusnya menjadi prioritas utama. Tabrakan berantai antara KRL dan KA Argo Bromo yang terjadi setelahnya menunjukkan efek domino dari satu kegagalan sistem. Puluhan penumpang di kedua kendaraan menderita luka-luka, dan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Pengakuan sopir taksi menjadi bukti nyata bahwa kecelakaan ini bukan semata-mata kesalahan individu, melainkan akibat dari kelemahan infrastruktur dan sistem kontrol yang harus segera diperbaiki oleh otoritas terkait.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow