Skandal Pungli Turis Asing, Kepala Imigrasi Batam Dinonaktifkan dari Jabatan

Kepala Imigrasi Kelas I Batam, Hajar Aswad, dinonaktifkan sementara dari jabatannya akibat dugaan pungutan liar terhadap wisatawan asing. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memberantas korupsi di sektor keimigrasian.

Apr 5, 2026 - 04:21
Apr 5, 2026 - 04:21
 0  0
Skandal Pungli Turis Asing, Kepala Imigrasi Batam Dinonaktifkan dari Jabatan

Reyben - Sebuah guncangan besar menimpa institusi keimigrasian Indonesia setelah seorang pejabat tinggi terbukti melakukan praktik pungutan liar terhadap wisatawan mancanegara. Kepala Imigrasi Kelas I Batam, Hajar Aswad, resmi dinonaktifkan dari posisinya mengikuti laporan serius mengenai dugaan pungli yang dilakukan terhadap turis asing yang memasuki wilayah Kepulauan Riau. Keputusan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi di sektor publik, terutama di instansi yang bersinggungan langsung dengan citra pariwisata nasional.

Kasus yang melibatkan Hajar Aswad ini bermula dari pengaduan para turis asing yang merasa diperlakukan tidak adil pada saat proses kedatangan ke Batam. Beberapa pengunjung melaporkan bahwa mereka diminta mengeluarkan sejumlah uang tambahan di luar biaya resmi imigrasi, dengan berbagai alasan yang tidak tertera dalam peraturan yang berlaku. Praktik semacam ini tentu saja merusak reputasi Indonesia sebagai destinasi wisata internasional yang profesional dan terpercaya. Laporan ini kemudian sampai ke pihak berwenang dan memicu proses investigasi mendalam untuk mengungkap seberap luas jaringan praktik pungli tersebut.

Penyelidikan yang dilakukan oleh tim pengawas internal menunjukkan indikasi kuat bahwa pejabat terkait telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan posisi. Modus operandi yang digunakan cukup terstruktur, melibatkan beberapa staf imigrasi lainnya dalam skema pungutan yang sistematis. Tindakan tegas berupa penonaktifan sementara ini menjadi langkah awal sebelum proses hukum berlanjut ke tahap yang lebih lanjut. Kepada media, juru bicara Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan bahwa setiap laporan kelalaian dan pelanggaran akan ditangani dengan serius tanpa memandang status atau pangkat pelaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran aparatur negara mengenai pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Batam sebagai pusat perdagangan dan pariwisata internasional memerlukan sistem keimigrasian yang bersih dan efisien untuk menarik kunjungan turis dan investor global. Pemerintah telah mengumumkan bahwa akan melakukan audit menyeluruh di semua kantor imigrasi kelas satu untuk memastikan tidak ada praktik serupa di lokasi lain. Upaya pemberantasan ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap sistem administrasi keimigrasian Indonesia yang lebih baik di masa depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow