Menteri PU Dody Hanggodo: WFH Bukan Prioritas, Kami Fokus Tangani Bencana dan Infrastruktur

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan alasan PUPR tidak menerapkan work from home karena fokus pada penanganan bencana dan infrastruktur nasional yang memerlukan kehadiran fisik tim di lapangan.

Apr 10, 2026 - 20:47
Apr 10, 2026 - 20:47
 0  0
Menteri PU Dody Hanggodo: WFH Bukan Prioritas, Kami Fokus Tangani Bencana dan Infrastruktur

Reyben - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memilih untuk tidak mengikuti kebijakan work from home (WFH) yang sedang gencar dipromosikan oleh pemerintah. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan matang oleh Menteri PU Dody Hanggodo, yang menekankan bahwa fokus utama kementerian adalah penanganan bencana alam dan pengembangan infrastruktur nasional.

Menurut Dody Hanggodo, sifat pekerjaan di PUPR memerlukan kehadiran fisik yang konsisten di lapangan dan kantor. Penanganan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi membutuhkan respons cepat dari tim yang siap di lokasi. Selain itu, supervisi langsung terhadap proyek-proyek infrastruktur besar memerlukan kehadiran fisik untuk memastikan kualitas pekerjaan dan timeline yang tepat. Menteri menekankan bahwa sistem operasional PUPR tidak dapat berjalan optimal dengan model kerja jarak jauh, mengingat kompleksitas dan urgensi setiap tugas yang diemban.

Meskipun tidak menerapkan WFH secara menyeluruh, PUPR tetap mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi energi nasional. Dody Hanggodo mengakui bahwa keterbatasan energi menjadi isu serius yang harus ditangani bersama-sama. Namun, efisiensi energi tidak harus dicapai melalui pengurangan kehadiran di kantor, melainkan dapat dilakukan dengan optimalisasi penggunaan listrik, peralatan hemat energi, dan manajemen sumber daya yang lebih baik.

Kebijakan ini mencerminkan komitmen PUPR untuk tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan tim yang tetap berada di lokasi strategis, kementerian dapat memberikan layanan terbaik dalam menghadapi situasi darurat. Sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun infrastruktur yang kokoh dan responsif terhadap bencana, PUPR memilih untuk mempertahankan sistem kerja konvensional yang telah terbukti efektif dalam menjalankan misi-misinya.

Keputusan Dody Hanggodo ini juga menunjukkan bahwa tidak semua sektor pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang sama. Setiap kementerian memiliki karakteristik unik yang memerlukan strategi manajemen sumber daya manusia yang disesuaikan dengan kebutuhan operasionalnya. PUPR berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam kerangka kerja yang telah ditetapkan, tanpa mengorbankan kualitas dan kecepatan respons dalam tugas-tugasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow