Sahroni Desak Aparat Kepolisian Bersikap Humanis terhadap Aksi Mahasiswa
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menekankan pentingnya pendekatan humanis dari kepolisian terhadap aksi demonstrasi mahasiswa, mengakui mereka sebagai generasi yang belajar berdemokrasi.
Reyben - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI, Ahmad Sahroni, mengajak institusi kepolisian untuk menunjukkan wajah humanisnya dalam menghadapi demonstrasi mahasiswa. Dalam pernyataannya yang penuh optimisme, Sahroni yakin bahwa generasi muda akademisi akan menyuarakan aspirasi mereka dengan cara-cara damai dan terorganisir. Politisi dari fraksi Gerindra ini menekankan pentingnya dialog konstruktif antara mahasiswa, pemerintah, dan aparat keamanan untuk menciptakan suasana yang kondusif.
Sahroni, yang memiliki pengalaman panjang dalam soal keamanan dan ketertiban, mengingatkan bahwa mahasiswa adalah aset berharga negara yang sedang belajar berdemokrasi. Mereka perlu perlakuan khusus yang memahami bahwa setiap aksi yang dilakukan merupakan bagian dari pendidikan politik mereka. Oleh karena itu, Sahroni meminta kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk tidak hanya fokus pada aspek keamanan, melainkan juga memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan para demonstran. Pendekatan yang terintegrasi antara penegakan hukum dan pendekatan sosial menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban.
Menurut anggota komisi yang berdedikasi untuk isu-isu keamanan negara ini, polisi modern harus memiliki kemampuan membedakan antara aksi yang produktif dengan yang destruktif. Sikap empati tidak berarti mengorbankan profesionalisme, tetapi malah menunjukkan tingkat kedewasaan aparat dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Sahroni percaya bahwa dengan pendekatan humanis, polisi justru bisa mendapatkan kepercayaan publik yang lebih baik dan menciptakan suasana keamanan yang berkelanjutan.
Komitmen Sahroni terhadap pentingnya perlindungan mahasiswa dalam berdemonstrasi mencerminkan kesadaran akan peran vital generasi muda dalam memperkuat demokrasi Indonesia. Beliau menggarisbawahi bahwa tugas negara, termasuk kepolisian, adalah melindungi hak-hak warga negara sekaligus menjaga ketertiban. Dengan semangat kolaboratif ini, Sahroni berharap setiap aksi mahasiswa kedepannya dapat berjalan aman, tertib, dan mencapai tujuannya menyuarakan aspirasi masyarakat dengan baik.
Namun, Sahroni juga menekankan bahwa sikap humanis tidak boleh dimaknai sebagai pembiaran terhadap tindakan anarkis. Mahasiswa dan aparat keamanan harus tetap saling menghormati dan memahami batas-batas yang ada dalam setiap aksi demonstrasi. Dengan dialog terbuka dan kesepakatan bersama sebelum aksi berlangsung, semua pihak bisa mencapai tujuan mereka tanpa harus mengorbankan keselamatan dan hak orang lain. Inilah bentuk demokrasi yang sesungguhnya matang dan dewasa.
What's Your Reaction?