Ruben Onsu Prioritaskan Komunikasi dengan Anak Ketimbang Soal Hak Asuh, Begini Penjelasannya
Ruben Onsu mempertegas bahwa kehadiran dan komunikasi langsung dengan anak lebih penting daripada persoalan hukum dalam konfliknya dengan Sarwendah.
Reyben - Dalam situasi yang tegang berselang dengan Sarwendah, Ruben Onsu memilih untuk fokus pada hal yang menurutnya paling esensial saat ini. Bukan sekadar masalah hukum atau dokumen formal, melainkan kesempatan sederhana untuk bisa duduk bersama dan berbicara dengan buah hatinya. Pernyataan ini disampaikan oleh aktor dan produser konten tersebut sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kesejahteraan emosional anaknya di tengah gejolak rumah tangga yang sedang terjadi.
Ruben Onsu menegaskan bahwa prioritas utamanya bukanlah memenangkan persidangan atau mempertahankan hak asuh secara formal. Sebaliknya, dia ingin memastikan bahwa hubungan dirinya dengan anak tetap terjaga dengan baik meskipun ada ketegangan dengan ibunya. Dalam wawancara tersebut, Ruben mengungkapkan bahwa kehadiran fisik dan keterlibatan aktif dalam kehidupan anak jauh lebih berharga dibandingkan dengan mencuri perhatian media atau terlibat dalam pertentangan yang semakin memanas. Pendekatan ini menunjukkan kedewasaan dan empati seorang ayah yang memahami betul dampak psikologis dari konflik orang tua terhadap anak-anaknya.
Konflik yang telah berlangsung antara Ruben Onsu dan Sarwendah memang menyita perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Namun, bintang televisi yang pernah tampil di berbagai sinetron ini memilih untuk tidak membiarkan permasalahan tersebut mengganggu ikatan emosionalnya dengan anak. Ruben juga menunjukkan sikap yang relatif tenang dan terukur dalam mengkomunikasikan posisinya, tidak ingin membawa-bawa anak ke dalam polemik yang sebenarnya adalah urusan orang dewasa. Strategi ini dianggap bijak oleh banyak pengamat yang memahami dinamika keluarga modern dan kompleksitas hubungan manusia.
Gerak langkah Ruben Onsu untuk menekankan pentingnya komunikasi langsung dengan anak juga mencerminkan perubahan paradigma dalam penanganan kasus keluarga di era sekarang. Berbeda dengan zaman sebelumnya di mana pertentangan keluarga sering kali diselesaikan melalui jalur hukum semata, kini semakin banyak tokoh publik yang memilih pendekatan humanis dan berorientasi pada kepentingan anak. Dengan mengutamakan kesempatan bertemu dan berbicara, Ruben memberikan teladan bahwa meskipun hubungan suami istri mengalami gangguan, komitmen sebagai orang tua harus tetap menjadi fondasi yang kokoh. Harapannya, melalui komunikasi yang terbuka dan jujur, dia dapat memastikan bahwa anak-anaknya tetap merasa dicintai dan didukung oleh kedua orang tuanya tanpa harus memilih salah satu pihak.
What's Your Reaction?