PSI Tidak Hanya Bicara, Isyana Bagoes Oka Buktikan Aksi Nyata untuk Anak Yatim Piatu
Wakil Ketua Umum PSI, Isyana Bagoes Oka, menegaskan komitmen organisasinya dalam menjalankan program santunan rutin untuk anak yatim dan dhuafa. Program ini bukan sekadar rutinitas, tetapi manifestasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang dipegang PSI.
Reyben - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuktikan bahwa komitmen sosial mereka bukan sekadar slogan kampanye yang indah di mulut. Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, dengan tegas menegaskan bahwa program santunan untuk anak yatim dan dhuafa akan terus berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Dalam era di mana banyak partai politik hanya hadir saat pemilu, PSI menunjukkan dedikasi berbeda dengan memastikan bahwa aksi sosial mereka menjadi rutinitas yang terstruktur, bukan sekadar aktivitas sesaat untuk meningkatkan citra publik semata.
Menurut Isyana, program pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi merupakan bagian integral dari visi kemanusiaan PSI. Dia menekankan bahwa setiap bulan, PSI secara terencana mengalokasikan sumber daya untuk memastikan anak-anak kurang mampu dan yatim piatu dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Bukan semata urusan amal yang sifatnya musiman, melainkan tanggung jawab sosial yang melekat pada DNA organisasi. Dengan pendekatan ini, PSI ingin menunjukkan bahwa menjadi partai progresif berarti harus memiliki hati untuk rakyat paling marginal sekalipun.
Isyana juga menekankan bahwa program ini dirancang dengan sistem yang transparan dan terukur. Setiap penyaluran dana untuk santunan anak yatim dan dhuafa didokumentasikan dengan baik, sehingga masyarakat dapat memverifikasi bahwa manfaat benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. Dalam konteks kepercayaan publik terhadap partai politik yang sedang mengalami krisis, langkah PSI ini menjadi angin segar. Mereka tidak takut untuk ditanyakan dan bahkan mengundang masyarakat untuk memantau jalannya program. Transparansi ini menunjukkan keseriusan PSI dalam menjalankan amanah sosialnya, bukan hanya mencari keuntungan politis semata.
Wakil Ketua Umum PSI ini juga mengungkapkan bahwa program santunan anak yatim dan dhuafa adalah bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan. PSI percaya bahwa masa depan Indonesia tergantung pada bagaimana hari ini kita merawat anak-anak kurang mampu yang memiliki potensi luar biasa. Dengan memberikan santunan rutin, tidak hanya kebutuhan materi yang terpenuhi, tetapi juga memberikan signal kepada masyarakat bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan. Isyana menegaskan bahwa PSI akan terus memperkuat program ini, bahkan berencana untuk mengekspansinya ke lebih banyak wilayah di Indonesia. Komitmen ini bukan janji kosong yang akan terlupakan setelah melewati musim pemilu, tetapi sejati adalah cerminan nilai-nilai kemanusiaan yang PSI pegang teguh.
Dalam menutup pernyataannya, Isyana mengajak seluruh kader dan simpatisan PSI untuk turut berpartisipasi aktif dalam program sosial ini. Dia percaya bahwa keterlibatan grassroots akan membuat program semakin bermakna dan mampu menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. PSI ingin membuktikan bahwa partai politik bukan hanya tentang kekuasaan, melainkan tentang pelayanan nyata kepada rakyat kecil yang selama ini sering terlupakan oleh elit politik.
What's Your Reaction?