Panduan Lengkap Hitung THR 2026: Jangan Bingung Jika Baru Bekerja Beberapa Bulan
THR 2026 sudah dipastikan cair. Bagi karyawan yang masa kerjanya belum setahun, perhitungan THR dilakukan secara proporsional menggunakan rumus khusus. Simak panduan lengkapnya di sini.
Reyben - Kabar gembira menanti para pekerja di Indonesia. Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 sudah di depan mata, dan perhitungannya ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Meski begitu, banyak karyawan yang masih kebingungan, terutama mereka yang baru bergabung dengan perusahaan dan belum mencapai masa kerja satu tahun. Artikel ini akan mengupas tuntas cara menghitung THR 2026 dengan metode yang mudah dipahami dan didukung contoh nyata.
Menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap pekerja berhak mendapatkan THR. Namun, ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, termasuk status kepegawaian dan masa kerja. Untuk karyawan tetap yang sudah bekerja selama satu tahun atau lebih, perhitungan THR relatif jelas. Besarnya tunjangan ini setara dengan satu bulan gaji pokok ditambah tunjangan tetap atau rata-rata penghasilan selama 12 bulan terakhir, tergantung mana yang lebih besar. Namun, situasi berbeda bagi mereka yang masa kerjanya belum genap setahun.
Bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun, THR dihitung secara proporsional. Artinya, besarnya tunjangan disesuaikan dengan lamanya bekerja di perusahaan. Rumus yang digunakan adalah: (Gaji Pokok + Tunjangan Tetap) × (Bulan Kerja ÷ 12 Bulan). Sebagai contoh, seorang karyawan baru yang sudah bekerja selama 8 bulan dengan gaji pokok Rp 4 juta dan tunjangan tetap Rp 1 juta, maka THR yang diterima adalah (Rp 4 juta + Rp 1 juta) × (8 ÷ 12) = Rp 5 juta × 0,67 = Rp 3,35 juta. Perhitungan ini berlaku untuk karyawan yang statusnya tetap dan sudah melewati masa percobaan.
Perlu diingat bahwa perhitungan THR tidak melibatkan tunjangan insidentil atau bonus. Gaji yang diperhitungkan hanya gaji pokok dan tunjangan tetap yang diterima secara rutin setiap bulan. Jika perusahaan memberikan berbagai jenis tunjangan seperti tunjangan transport, kesehatan, atau makan siang, hanya tunjangan yang bersifat tetap yang masuk dalam perhitungan. Selain itu, potongan untuk BPJS, pajak, atau cicilan tidak mengurangi besarnya THR, karena THR dihitung dari gaji bruto, bukan gaji bersih.
Perusahaan juga memiliki fleksibilitas dalam menentukan tanggal pemberian THR, selama masih dalam periode yang wajar sebelum hari raya. Kebanyakan perusahaan memberikan THR maksimal dua minggu sebelum hari libur nasional. Bagi karyawan kontrak atau pekerja harian lepas, THR juga tetap menjadi hak mereka, meskipun perhitungannya berbeda. Mereka harus mendapatkan rata-rata upah harian mereka selama waktu kerja, dikalikan dengan 12 bulan dibagi jumlah hari kerja efektif.
Untuk memastikan THR Anda dihitung dengan benar, ada baiknya memeriksa slip gaji dan berkomunikasi dengan bagian HR perusahaan. Jangan ragu untuk bertanya jika ada ketidaksesuaian antara perhitungan yang Anda buat dengan yang diterima. Transparansi dalam perhitungan gaji adalah hak setiap pekerja, dan perusahaan wajib memberikan penjelasan yang jelas. Semoga dengan panduan ini, Anda bisa lebih siap menyambut THR 2026 tanpa kekhawatiran akan perhitungan yang salah.
What's Your Reaction?