Iran Hemat Resolusi DK PBB Sebagai Dalang Permainan Geopolitik Pro-Barat
Iran mengecam keras rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang dinilai melindungi agresi AS dan Israel sambil memposisikan Teheran sebagai pihak yang bersalah dalam konflik Timur Tengah.
Reyben - Teheran melayangkan kritik tajam terhadap draft resolusi yang akan dibahas Dewan Keamanan PBB. Menurut pemerintah Iran, dokumen tersebut lebih banyak melindungi kepentingan Amerika Serikat dan Israel daripada mencapai solusi damai di Timur Tengah. Resolusi yang didukung negara-negara Teluk ini dianggap sebagai upaya sistematis untuk membalikkan fakta, menggambarkan Iran sebagai pihak agresor, padahal agresi justru datang dari dua negara besar tersebut.
Rancangan resolusi mencerminkan bias geopolitik yang jelas dalam tubuh PBB. Negara-negara yang mendukung draft tersebut, terutama sekutu Barat di kawasan Teluk, dinilai Iran telah membiarkan diri mereka menjadi alat kepentingan AS dan Israel. Dokumen ini mengabaikan kronologi peristiwa nyata dan konteks historis yang menunjukkan siapa sesungguhnya pihak yang mengambil inisiatif pertama dalam konflik. Dengan pendekatan seperti ini, resolusi tidak akan membawa keadilan atau perdamaian, melainkan perpetuasi ketimpangan dalam sistem internasional yang sudah lama dipimpin oleh kekuatan Barat.
Iran menekankan bahwa resolusi DK PBB seharusnya bersifat netral dan tidak memihak salah satu belah pihak. Posisi Iran di mata dunia internasional menjadi semakin sulit ketika lembaga tertinggi keamanan global, yang seharusnya menjadi wadah keadilan, justru menjadi instrumen kepentingan negara-negara kuat. Pemerintah Teheran memandang draft resolusi ini sebagai bukti nyata bagaimana sistem PBB telah kehilangan kredibilitas sebagai pemimpin dalam menegakkan hukum internasional yang adil dan berimbang.
Sikap keras Iran ini menunjukkan eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Selama resolusi yang menguntungkan satu pihak terus didorong melalui Dewan Keamanan, prospek perdamaian sejati akan terus menjauh. Iran akan terus menyuarakan keberatan diplomatiknya dan mempertahankan posisi bahwa keadilan internasional hanya dapat dicapai melalui resolusi yang benar-benar netral, menghormati kedaulatan semua negara, dan tidak melayani kepentingan imperial kekuatan besar di panggung global.
What's Your Reaction?