Pakai Baju Bekas Jadi Lap Ancam Rezeki? Buya Yahya Bongkar Mitos yang Beredar

Buya Yahya menjelaskan bahwa pakaian bekas dijadikan lap tidak akan menyempitkan rezeki. Yang penting adalah bagaimana kita menghargai nikmat dan bersyukur atas apa yang diberikan Allah.

Sep 2, 2026 - 16:55
Sep 2, 2026 - 16:55
 0  4
Pakai Baju Bekas Jadi Lap Ancam Rezeki? Buya Yahya Bongkar Mitos yang Beredar

Reyben - Pertanyaan tentang apakah menggunakan pakaian bekas sebagai lap pembersih bisa menyempitkan rezeki seseorang masih sering terdengar di masyarakat. Buya Yahya, salah satu tokoh agama yang dikenal luas, hadir dengan penjelasan yang mencerahkan soal isu ini. Menurutnya, keyakinan bahwa lap dari baju bekas bisa mengurangi rezeki merupakan sebuah kesalahpahaman yang perlu diluruskan dengan pemahaman agama yang tepat.

Buya Yahya menekankan bahwa inti permasalahannya bukanlah pada lap itu sendiri, melainkan pada cara seseorang dalam menghargai dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Ketika kita memahami konsep ini, menjadi jelas bahwa benda apa pun yang kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk pakaian bekas yang diubah menjadi lap, sebenarnya merupakan bentuk dari bijaksana mengelola rezeki. Dalam perspektif Islam, kebijaksanaan dalam memanfaatkan harta dan barang-barang yang dimiliki justru merupakan bentuk syukur yang dihargai.

Ustadz bernama lengkap Muhammad Yahya menyebutkan bahwa ada sebuah ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang pentingnya mensyukuri nikmat. Konsep yang ia sampaikan adalah bahwa Allah memberikan rezeki kepada mereka yang bersyukur, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, ketika kita menggunakan kembali barang-barang lama untuk keperluan lain yang masih berguna, hal tersebut menunjukkan bahwa kita menghargai nikmat dan tidak boros. Ini justru merupakan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam dan bisa mendatangkan berkah dalam kehidupan kita.

Menurut penjelasan Buya Yahya, yang perlu diperhatikan bukanlah jenis barang yang digunakan, tetapi niat dan cara kita menggunakannya. Jika niat kita adalah untuk berbuat baik, menghemat, dan tidak boros, maka semua itu akan membawa berkah. Sebaliknya, jika kita memiliki banyak barang bagus tetapi tidak bersyukur dan terus mengeluh, itu baru yang bisa menyebabkan berkah hilang. Ajaran ini mengubah perspektif bahwa rezeki bukanlah hanya tentang jumlah uang atau harta yang kita miliki, melainkan tentang bagaimana kita mengelolanya dengan bijak dan bersyukur.

Dengan penjelasan yang sederhana namun mendalam, Buya Yahya mengajak masyarakat untuk lebih memahami makna sebenarnya dari konsep rezeki dalam Islam. Baju bekas yang menjadi lap adalah contoh konkret dari bagaimana setiap barang memiliki potensi untuk digunakan kembali secara produktif. Penting untuk tidak percaya pada mitos-mitos yang tidak berdasar pada dalil agama yang jelas, dan sebaliknya, fokus pada perilaku dan niat kita dalam setiap tindakan. Dengan memahami ini, kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih tenang tanpa khawatir akan hal-hal yang sebenarnya bukan masalah dalam ajaran Islam.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow