Komnas Perlindungan Anak Beri Sinyal Merah atas Perseteruan Sarwendah-Ruben Onsu: Anak Jangan Jadi Korban

Komnas Perlindungan Anak mengeluarkan peringatan serius kepada Sarwendah dan Ruben Onsu agar menyadari dampak perseteruan mereka terhadap kondisi psikologis anak-anak. Lembaga ini menekankan bahwa orang tua adalah guru utama dan harus mengutamakan kesejahteraan anak di atas ego pribadi.

Oct 22, 2026 - 21:47
Oct 22, 2026 - 21:47
 0  4
Komnas Perlindungan Anak Beri Sinyal Merah atas Perseteruan Sarwendah-Ruben Onsu: Anak Jangan Jadi Korban

Reyben - Perseteruan antara Sarwendah dan Ruben Onsu yang terus bergulir di hadapan publik akhirnya menarik perhatian serius dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Lembaga yang diamanahi tugas melindungi hak-hak anak ini mengeluarkan peringatan tegas kepada kedua tokoh tersebut untuk segera menyadari dampak dari konflik mereka terhadap kondisi psikologis anak-anak mereka. Komnas PA menekankan bahwa dalam setiap situasi pertengkaran orang tua, anak-anak adalah pihak yang paling rentan mengalami trauma dan gangguan emosional. Pesan ini disampaikan dengan harapan agar Sarwendah dan Ruben Onsu dapat mengambil langkah bijak demi kesejahteraan buah hati mereka.

Dalam pandangan Komnas PA, orang tua memiliki peran fundamental sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya. Setiap tindakan dan kata-kata yang diucapkan orang tua akan menjadi pembelajaran berharga, baik atau buruk, bagi perkembangan karakter anak. Ketika perseteruan terjadi di ruang publik dan melibatkan media massa, hal ini tidak hanya menciptakan drama yang menghibur untuk konsumsi publik, tetapi juga meninggalkan luka mendalam pada jiwa anak-anak yang menjadi bagian dari konflik tersebut. Komnas PA melihat dengan khawatir bagaimana anak-anak dari pasangan ini mungkin mengalami kebingungan, kecemasan, dan ketidakamanan emosional akibat pertengkaran orang tua mereka yang dipublikasikan secara luas.

Komnas PA juga menyoroti pentingnya menjaga privasi dan ketenangan keluarga, terutama bagi anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Ketika konflik orang tua dibawa ke ranah publik dan media sosial, hal ini menciptakan tekanan tambahan bagi anak-anak yang harus menghadapi pandangan dan komentar dari masyarakat luas. Lembaga ini mengajak Sarwendah dan Ruben Onsu untuk melakukan refleksi mendalam tentang prioritas mereka—apakah kepuasan ego pribadi atau kesejahteraan anak-anak mereka. Komnas PA percaya bahwa kedewasaan sejati orang tua ditunjukkan melalui kemampuan mereka untuk menaruh kepentingan anak di atas segala hal, termasuk di atas keinginan untuk memenangkan perdebatan publik.

Lebih jauh, Komnas PA menekankan bahwa resolusi terhadap masalah pernikahan sebaiknya ditempuh melalui mekanisme yang lebih dewasa dan tertutup, seperti mediasi keluarga atau konsultasi dengan profesional kesehatan mental. Dengan mengajak pihak ketiga yang netral dan berpengalaman, Sarwendah dan Ruben Onsu tidak hanya dapat menyelesaikan persoalan mereka dengan lebih efektif, tetapi juga melindungi anak-anak dari paparan konten negatif dan stress yang tidak perlu. Komnas PA berharap kedua belah pihak dapat mendengarkan peringatan ini bukan sebagai kritik, melainkan sebagai sebuah ajakan untuk bersama-sama menjaga masa depan emosional dan mental anak-anak mereka yang masih memiliki panjang perjalanan hidup di depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow