Kepala Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim, Operasi Bersih-Bersih Internal Polri Meluas

Bareskrim Polri mengamankan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman dan tujuh polisi lainnya. Operasi ini menunjukkan komitmen penegakan disiplin internal tanpa memandang pangkat dan posisi.

Jul 27, 2026 - 09:33
Jul 27, 2026 - 09:33
 0  0
Kepala Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim, Operasi Bersih-Bersih Internal Polri Meluas

Reyben - Dalam operasi pengamanan yang mengejutkan publik, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menangkap Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Pardiman. Penangkapan terhadap perwira polisi berpangkat tinggi ini menjadi bukti nyata komitmen kepemimpinan Polri dalam memberantas praktik pelanggaran disiplin dari internal institusi kepolisian sendiri. Operasi pengamanan yang dilakukan Tim Dittipidnarkoba tidak hanya mengamankan sosok AKP Pardiman, tetapi juga tujuh anggota polisi lainnya yang diduga terlibat dalam kasus yang sama.

Penangkapan sejumlah personel kepolisian ini menandai eskalasi signifikan dalam upaya pembersihan internal Polri. Selama ini, beredar berbagai narasi tentang oknum anggota polisi yang disinyalir melakukan penyalahgunaan wewenang dan terlibat dalam aktivitas ilegal. Namun, operasi konkret seperti ini masih relatif jarang disaksikan publik, terutama melibatkan perwira dengan posisi strategis seperti Kepala Satuan Reserse Narkoba. Kehadiran Bareskrim sebagai lembaga penyidik internal memberikan harapan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan profesional, jauh dari intervensi politis.

Dari perspektif kepercayaan publik, penangkapan ini merupakan sinyal positif bahwa tidak ada pejabat kepolisian yang kebal hukum. Posisi AKP Pardiman sebagai Kasat Narkoba Polres Tangsel seharusnya membuat dirinya paham benar tentang pentingnya penegakan hukum dan moralitas. Justru dari level kepemimpinan itulah diharapkan contoh tertinggi integritas dan disiplin. Ketika level tersebut terbukti tercemar, dampaknya akan meluas ke seluruh struktur organisasi di bawahnya, merusak kredibilitas institusi kepolisian secara keseluruhan.

Tindakan Bareskrim mengamankan AKP Pardiman berserta tujuh polisi lainnya juga mencerminkan proses hukum yang tidak diskriminatif. Tidak peduli pangkat dan posisi, siapa pun yang terbukti melanggar hukum harus bertanggung jawab. Penyelidikan lebih lanjut akan menentukan detail kasus yang menimpa para tersangka tersebut, apakah berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba, penyalahgunaan wewenang, atau pelanggaran lainnya. Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi Polri untuk menunjukkan komitmen penegakan disiplin internal yang serius dan berkelanjutan, bukan hanya sekadar operasi simbolis yang kemudian hilang dari pemberitaan media.

Ke depannya, kasus ini akan menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jajaran kepolisian bahwa tugas memberantas narkoba dan kejahatan lainnya harus dimulai dari rumah sendiri. Internal yang bersih adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Operasi Bareskrim ini membuka peluang untuk reformasi lebih dalam dalam sistem rekrutmen, pengawasan, dan pembinaan anggota polisi agar standar integritas tetap terjaga di semua level organisasi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow