Jelang Tahun Baru, Harga Beras dan Cabai di Malang Melonjak Drastis dengan Selisih Fantastis

Jelang Nataru, harga beras dan cabai di Malang mengalami lonjakan drastis dengan selisih mencapai Rp10.500 per kilogram. Konsumen diimbau untuk lebih bijaksana mengelola anggaran belanja.

Oct 29, 2026 - 17:08
Oct 29, 2026 - 17:08
 0  6
Jelang Tahun Baru, Harga Beras dan Cabai di Malang Melonjak Drastis dengan Selisih Fantastis

Reyben - Memasuki fase akhir tahun, masyarakat Malang mulai merasakan tekanan ekonomi yang signifikan. Harga beras dan cabai, dua kebutuhan pokok dapur Indonesia, mengalami fluktuasi harga yang mencolok jelang perayaan Nataru. Data terbaru menunjukkan selisih harga mencapai Rp10.500 per kilogram untuk kedua komoditas tersebut. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi rumah tangga yang sedang menyiapkan persediaan makanan untuk merayakan pergantian tahun.

Sejumlah pasar tradisional di Malang mencatat peningkatan harga beras berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.500 per kilogram dalam minggu terakhir Desember. Penyebab lonjakan ini diduga berkaitan dengan meningkatnya permintaan konsumen seiring dengan mempersiapkan kebutuhan Nataru. Pedagang beras di Pasar Besar Malang mengungkapkan bahwa persediaan mulai berkurang karena tingginya permintaan dari berbagai kalangan. "Biasanya jelang tahun baru seperti ini memang selalu ramai pembeli, dan stok kami cepat habis," ujar salah satu pedagang beras bernama Budi saat ditemui wartawan.

Sementara itu, cabai merah yang menjadi bumbu wajib untuk masakan tradisional Nataru juga tidak luput dari kenaikan harga. Harga cabai di tingkat retail mencapai kisaran Rp28.000 hingga Rp38.500 per kilogram, tergantung dari kualitas dan tingkat kesegaran produk. Pedagang cabai menjelaskan bahwa kelangkaan pasokan dari daerah produsen utama seperti Jawa Timur menjadi faktor utama kenaikan harga. Cuaca yang tidak mendukung juga mempengaruhi proses produksi dan distribusi cabai ke pasar Malang. Konsumen mau tidak mau harus menyesuaikan kebiasaan berbelanja mereka dengan kondisi pasar yang dinamis ini.

Masyarakat Malang diimbau oleh organisasi konsumen setempat untuk lebih bijaksana dalam mengelola anggaran belanja jelang Nataru. Beberapa alternatif dapat dilakukan seperti membeli kebutuhan pokok lebih awal sebelum harga mencapai puncaknya, atau memilih distributor grosir yang menawarkan harga lebih kompetitif. Dinas Perdagangan Kota Malang juga telah melakukan monitoring terhadap fluktuasi harga di berbagai pasar untuk memastikan tidak ada praktik spekulasi yang merugikan konsumen. Diharapkan situasi akan membaik seiring dengan memasuki bulan Januari ketika permintaan mulai menurun dan stok baru mulai berdatangan dari produsen.

Untuk menghemat pengeluaran, konsumen dapat memanfaatkan program belanja hemat yang ditawarkan oleh beberapa supermarket dan pasar tradisional. Beberapa tempat juga menyediakan layanan pre-order dengan harga khusus bagi pembeli dalam jumlah besar. Dengan perencanaan yang matang dan strategi belanja yang tepat, masyarakat Malang masih bisa menyiapkan perayaan Nataru yang meriah tanpa harus melampaui anggaran yang telah ditetapkan di awal tahun.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow