IU Terpaksa Batalkan Konser Gara-gara Telinga Bermasalah, Ini Cara Jitu Menghindarinya

Pembatalan konser IU akibat gangguan Patulous Eustachian Tube (PET) menjadi sorotan. Pelajari cara efektif mencegah kondisi telinga ini dengan kebiasaan sederhana sehari-hari.

Jul 23, 2026 - 16:37
Jul 23, 2026 - 16:37
 0  0
IU Terpaksa Batalkan Konser Gara-gara Telinga Bermasalah, Ini Cara Jitu Menghindarinya

Reyben - Penyanyi Korea Selatan IU baru-baru ini mengabarkan pembatalan sejumlah jadwal konsernya akibat mengalami gangguan pada telinga tengah yang dikenal sebagai Patulous Eustachian Tube (PET). Kondisi kesehatan ini membuat diva pemilik nama asli Lee Ji-eun tersebut harus mengutamakan pemulihan daripada memenuhi komitmen panggung. Meski terdengar asing di telinga, PET sebenarnya merupakan gangguan medis yang cukup serius dan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk para profesional di industri hiburan yang intensitas kerjanya tinggi.

Patulous Eustachian Tube atau PET adalah kondisi di mana tuba Eustachius—saluran kecil yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang tenggorokan—tetap terbuka lebih dari yang seharusnya. Akibatnya, penderita akan merasakan gejala seperti telinga terasa penuh, autofoni (mendengar suara sendiri terlalu keras), serta sensasi gelombang di dalam telinga. Gangguan ini memang tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi ada sejumlah langkah preventif yang dapat kita terapkan untuk meminimalkan risiko mengalaminya. Para ahli otologi dan kesehatan telinga sepakat bahwa pemahaman tentang faktor risiko dan kebiasaan sehari-hari menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan telinga.

Salah satu cara paling efektif mencegah PET adalah dengan menghindari paparan suara keras secara berkepanjangan. Bagi kalangan profesional seperti musisi, produser musik, atau penari yang sering bekerja di lingkungan bersuara tinggi, penggunaan pelindung telinga berkualitas tinggi menjadi investasi kesehatan yang tidak boleh ditawar. Selain itu, menjaga kelembaban udara di sekitar telinga dengan cara menghindari lingkungan yang terlalu kering sangat penting. Kebiasaan sederhana seperti menggunakan humidifier di kamar tidur, cukup minum air putih, dan menghindari penggunaan cotton bud yang terlalu dalam di dalam telinga juga terbukti membantu. Tidak hanya itu, penting untuk segera mengobati infeksi saluran pernapasan atas, karena hal tersebut bisa berdampak langsung pada fungsi tuba Eustachius Anda. Mengurangi konsumsi alkohol, berhenti merokok, dan mengelola stres dengan baik juga merupakan bagian dari strategi pencegahan komprehensif.

Bagi mereka yang sudah merasakan gejala gangguan telinga, berkonsultasi dengan dokter spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan) sesegera mungkin adalah langkah bijak. Kasus IU menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesehatan telinga tidak boleh dianggap remeh, apalagi jika pekerjaan kita bergantung pada pendengaran yang optimal. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, menghindari faktor-faktor risiko, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan preventif, kita bisa menjaga kesehatan telinga untuk jangka panjang dan terus menikmati pengalaman audio yang berkualitas.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow