Ekonomi Indonesia Perlu Overhaul Total: Dari Tarif Energi hingga Pajak yang Mencekik

Pengamat ekonomi mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi ekonomi menyeluruh, khususnya dalam kebijakan tarif energi dan perpajakan yang dirasa semakin mempersempit ruang finansial masyarakat Indonesia.

Jun 13, 2026 - 13:18
Jun 13, 2026 - 13:18
 0  1
Ekonomi Indonesia Perlu Overhaul Total: Dari Tarif Energi hingga Pajak yang Mencekik

Reyben - Sejumlah pengamat ekonomi mulai mengangkat alarm merah terhadap kondisi finansial masyarakat Indonesia yang terus terjepit. Mereka menekankan bahwa pemerintah tidak bisa lagi melakukan penyesuaian kebijakan secara parsial, melainkan harus melakukan reformasi menyeluruh yang menyentuh berbagai aspek ekonomi makro. Persoalan bukan hanya soal satu atau dua kebijakan yang salah arah, tetapi ekosistem ekonomi secara keseluruhan yang memerlukan pembenahan struktural untuk memberikan ruang napas bagi masyarakat.

Kalangan akademisi dan praktisi bisnis sepakat bahwa kebijakan tarif energi yang terus melonjak menjadi salah satu pemicu utama guncangan ekonomi keluarga Indonesia. Ketika biaya listrik dan bahan bakar minyak naik, dampaknya bukan sekadar pada tagihan rumah tangga, tetapi merambah ke setiap lini kehidupan—dari biaya transportasi hingga harga barang-barang kebutuhan pokok. Sementara itu, sistem perpajakan yang berlaku dinilai belum cukup sensitif terhadap realitas ekonomi rakyat kecil dan menengah. Beban pajak yang sama rata diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi spesifik berbagai sektor dan tingkat kemampuan pembayar pajak, sehingga malah memperdalam kesenjangan ekonomi.

Para ahli menyoroti bahwa ketika dua kebijakan besar ini berjalan bersamaan tanpa koordinasi yang tepat, mereka menciptakan efek pengganda yang merugikan. Pengusaha mikro, kecil, dan menengah menghadapi lonjakan biaya operasional dari energi yang lebih mahal, sementara di saat bersamaan mereka tetap dikenakan kewajiban pajak dengan besaran yang tidak disesuaikan dengan kemampuan mereka. Akibatnya, ruang gerak finansial masyarakat semakin menyempit, daya beli menurun, dan perekonomian lokal pun mengalami kontraksi. Investasi pribadi untuk pengembangan usaha menjadi semakin sulit dilakukan karena sebagian besar pendapatan habis untuk memenuhi kewajiban rutin.

Untuk keluar dari jebakan ini, pengamat ekonomi mengusulkan pemerintah melakukan evaluasi komprehensif terhadap seluruh instrumen kebijakan ekonomi. Penyesuaian tarif energi harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat, ditambah dengan program subsidi yang lebih tertarget untuk kelompok menengah ke bawah. Di sisi perpajakan, pemerintah perlu meninjau kembali struktur pajak agar lebih progresif dan sensitif terhadap kondisi riil ekonomi sektor-sektor strategis. Reformasi ini tidak boleh bersifat musiman atau reaktif, melainkan harus bagian dari strategi jangka panjang yang terukur dan berkelanjutan.

Pengamat juga menekankan pentingnya dialog intensif antara pemerintah, kalangan bisnis, akademisi, dan perwakilan masyarakat sipil. Hanya melalui pemahaman bersama tentang kompleksitas masalah ekonomi yang dihadapi, solusi yang tepat sasaran dapat diformulasikan. Momentum kini adalah kesempatan emas untuk melakukan koreksi menyeluruh sebelum masalah ekonomi semakin dalam mengakar dan sulit untuk ditangani.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow