Andri Mulyono Jadi Buronan Kelima Kasus MBG, Perusahaannya Raup Rp1,2 Triliun dari Kontrak Motor Listrik BGN

Andri Mulyono ditetapkan sebagai tersangka kelima kasus MBG dengan dugaan sebagai pemegang saham mayoritas PT YAT, pemasok motor listrik senilai Rp1,2 triliun untuk proyek BGN. Penyelidikan mengungkap indikasi proses kontrak yang tidak transparan dan melibatkan jaringan bisnis yang berbelit.

Jun 13, 2026 - 12:58
Jun 13, 2026 - 12:58
 0  2
Andri Mulyono Jadi Buronan Kelima Kasus MBG, Perusahaannya Raup Rp1,2 Triliun dari Kontrak Motor Listrik BGN

Reyben - Nama Andri Mulyono kini menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka kelima dalam kasus korupsi Mobil Listrik Batik (MBG) yang menjadi scandalum magnum di dunia otomotif Indonesia. Jejak digital dan transaksi finansial menunjukkan bahwa pria ini diduga menjadi pemegang saham mayoritas di PT YAT, perusahaan yang menjadi pemasok utama motor listrik untuk proyek ambisius BGN. Nilai kontrak yang mencengangkan—mencapai Rp1,2 triliun—membuat penyelidikan otoritas semakin intens mengungkap alur uang dan kepemilikan saham yang berbelit-belit.

Perusahaan PT YAT sendiri telah diidentifikasi sebagai vendor strategis dalam ekosistem produksi kendaraan listrik BGN. Melalui penelusuran mendalam, investigator menemukan bahwa Andri Mulyono memiliki kontrol penuh terhadap keputusan bisnis dan alokasi keuntungan perusahaan tersebut. Struktur kepemilikan yang tertutup rapi membuat sebelumnya sulit terlacak oleh auditor publik. Kontrak senilai ratusan miliar rupiah ini diduga bernegosiasi dengan pihak-pihak terkait proyek BGN tanpa melalui proses tender yang transparan dan kompetitif sesuai standar good governance.

Dalam perkembangan terbaru, aparat kepolisian dan komisi pemberantasan korupsi melakukan penggeledahan di beberapa lokasi bisnis milik Andri Mulyono untuk mengamankan dokumen, catatan keuangan, dan barang bukti lainnya. Para investigator fokus menggali bagaimana proses penetapan harga unit motor listrik dilakukan, apakah ada markup berlebihan yang menguntungkan pihak tertentu, dan siapa saja yang terlibat dalam jaringan transaksi tersebut. Kesaksian dari beberapa whistleblower juga menjadi kunci penting dalam memetakan jejak aliran dana proyek ini.

Kasus MBG yang melibatkan Andri Mulyono ini memperlihatkan betapa rentan sistem pengadaan barang dan jasa di proyek infrastruktur besar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Transparansi dalam penyelenggaraan proyek strategis nasional menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi pemerintah. Dengan penetapan Andri Mulyono sebagai tersangka, proses hukum diharapkan dapat berjalan dengan adil dan mengungkap akar masalah dalam ekosistem industri otomotif listrik Indonesia yang masih dalam tahap pengembangan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow