Dokter Tirta Buka Suara: Burnout Bukan Pembenaran untuk Nakes Bersikap Kasar ke Pasien

Dokter Tirta menutup ruang pembenaran untuk perilaku tidak profesional tenaga kesehatan. Dia tegas mengatakan bahwa burnout bukan alasan sah untuk bersikap kasar kepada pasien, menyoroti pentingnya standar etika dalam dunia medis Indonesia.

Aug 8, 2026 - 11:27
Aug 8, 2026 - 11:27
 0  2
Dokter Tirta Buka Suara: Burnout Bukan Pembenaran untuk Nakes Bersikap Kasar ke Pasien

Reyben - Dokter Tirta Imbas kembali mengangkat isu serius tentang etika komunikasi tenaga kesehatan setelah kasus Yurizal mencuri perhatian publik. Dalam pandangannya yang tegas, praktisi kesehatan terkemuka ini menolak keras jika burnout dijadikan alasan pembenar untuk perilaku tidak profesional terhadap pasien. Menurutnya, apapun beban kerja yang dihadapi, tidak ada toleransi untuk komentar buruk atau sikap yang merendahkan terhadap mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Kasus Yurizal menjadi pemicu diskusi mendalam tentang standar komunikasi profesional dalam dunia medis Indonesia. Dokter Tirta menekankan bahwa setiap anggota tim kesehatan memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjaga integritas dalam berinteraksi dengan pasien. Tekanan pekerjaan dan kelelahan emosional memang nyata, namun hal tersebut tidak boleh menjadi justifikasi untuk melanggar kode etik yang telah disepakati. Dengan tegas, dia mengatakan bahwa profesi medis menuntut standar perilaku yang lebih tinggi dibanding profesi lainnya.

Dokter Tirta juga menyoroti pentingnya sistem dukungan dan manajemen stres yang lebih baik di institusi kesehatan. Dia percaya bahwa masalah burnout harus ditangani secara struktural melalui perbaikan kondisi kerja, pelatihan komunikasi, dan dukungan psikologis yang memadai. Bukan dengan membiarkan tenaga kesehatan melampiaskan frustasi mereka kepada pasien yang justru sedang berada dalam kondisi rentan. Dia mengajak semua pihak, mulai dari manajemen rumah sakit hingga asosiasi profesi, untuk segera ambil tindakan konkret dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan kondusif.

Pandangan Dokter Tirta resonan dengan nilai-nilai fundamental profesi kesehatan yang mengutamakan empati dan kepedulian. Dia menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap tenaga medis adalah aset yang sangat berharga dan mudah rusak. Oleh karena itu, setiap insiden buruk dalam komunikasi dengan pasien harus ditangani dengan serius, bukan diabaikan atau dibenarkan dengan alasan tekanan kerja. Pesan yang ingin disampaikannya jelas: profesionalisme sejati adalah kemampuan tetap menjaga standar etika meskipun dalam kondisi yang menantang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow