Airlangga Desak Bank Jangan Gegabah Naikkan Bunga Kredit Pasca Keputusan BI Rate

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto meminta perbankan nasional tidak gegabah menaikkan bunga kredit setelah kenaikan BI Rate, demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Jun 19, 2026 - 05:04
Jun 19, 2026 - 05:04
 0  0
Airlangga Desak Bank Jangan Gegabah Naikkan Bunga Kredit Pasca Keputusan BI Rate

Reyben - Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto kembali mengingatkan perbankan nasional untuk bersikap hati-hati dalam merespons kenaikan BI Rate terbaru. Meskipun mengakui bahwa setiap kenaikan suku bunga acuan memiliki dampak langsung terhadap biaya peminjaman, Airlangga meminta lembaga keuangan tidak tergesa-gesa untuk menaikkan bunga kredit kepada nasabah. Pesan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar finansial yang terus berubah.

Mekanisme transmisi kebijakan moneter memang menjadi salah satu instrumen penting yang digunakan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas nilai rupiah. Ketika BI menaikkan acuan suku bunga, secara otomatis terjadi reaksi berantai di sektor perbankan yang kemudian memengaruhi biaya kredit konsumen dan dunia usaha. Namun, Airlangga menekankan bahwa proses penyesuaian ini tidak harus dilakukan dengan cepat dan drastis. Menurut pandangan menteri, ada ruang bagi perbankan untuk mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan yang akan memukul sektor riil.

Kekhawatiran Airlangga tidaklah tanpa alasan. Sektor usaha kecil dan menengah, yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, sangat rentan terhadap lonjakan biaya kredit yang tiba-tiba. Jika bunga pinjaman naik secara drastis, kemampuan UMKM untuk mengakses modal kerja akan terhambat, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, konsumen individual juga akan merasakan dampak langsung melalui angsuran cicilan yang lebih besar untuk berbagai kebutuhan seperti pembeli rumah, mobil, atau pendidikan. Itulah mengapa pemerintah mengambil posisi strategis untuk memastikan penyesuaian dilakukan secara bertahap dan terukur.

Langkah koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia ini menunjukkan pentingnya sinergi dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi. Airlangga optimis bahwa perbankan nasional, terutama bank-bank himpunan milik pemerintah, akan memahami situasi ini dan mengambil langkah yang bijaksana. Dengan pendekatan yang lebih matang dan tidak terburu-buru, sektor perbankan dapat terus mendukung perekonomian Indonesia tanpa menimbulkan guncangan yang berlebihan pada masyarakat luas.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow