Dari Mimpi Jadi Kenyataan: Warga Kampung Pasir Akhirnya Rayakan Tarawih di Mushola Sendiri

Setelah 10 tahun menumpang tempat ibadah, warga Kampung Pasir, Desa Cibadak, Kabupaten Bogor, akhirnya memiliki mushola sendiri melalui kerja sama dan semangat gotong royong yang luar biasa.

Aug 3, 2026 - 23:58
Aug 3, 2026 - 23:58
 0  1
Dari Mimpi Jadi Kenyataan: Warga Kampung Pasir Akhirnya Rayakan Tarawih di Mushola Sendiri

Reyben - Selama satu dekade, warga Kampung Pasir terpaksa menjadi 'tamu' saat menunaikan ibadah tarawih di bulan suci Ramadan. Mereka harus menumpang ke tempat ibadah tetangga, berkali-kali menahan rasa malu dan ketidaknyamanan. Namun penantian panjang itu akhirnya berakhir dengan manis. Kini, masyarakat RT 03 RW 03, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, dapat kembali memiliki mushola sendiri. Pencapaian ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kerja keras dan kebersamaan sebuah komunitas yang tidak pernah putus asa.

Perjalanan ini dimulai dari sebuah keterpaksaan yang menyakitkan. Sepuluh tahun lamanya, setiap datang bulan Ramadan, suasana berubah menjadi cerita sedih bagi para warga. Mushola yang dulunya berdiri kokoh di tengah kampung telah hilang ditelan waktu dan berbagai kendala. Ketika waktu tarawih tiba, mereka harus mencari jalan keluar dengan cara berbaikan hati ke mushola atau masjid di lingkungan sekitarnya. "Rasanya tidak tenang saat harus menumpang," ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat. Perasaan itu terulang setiap malam selama tiga puluh hari, menjadi beban tersendiri bagi jiwa-jiwa yang ingin menyembah dengan tenang.

Tapi dari dalam kesulitan itu, semangat gotong royong masyarakat Kampung Pasir justru semakin menggelegar. Mereka tidak hanya mengeluh, tetapi mulai merencanakan solusi konkret. Tokoh agama, pemuda, orang tua, bahkan anak-anak turut memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang menyumbang dana, ada yang bekerja bakti, dan ada yang memberikan dukungan moral. Proses pembangunan mushola menjadi sarana persatuan yang indah, mempererat tali silaturahmi antar warga. Setiap batu bata yang ditata, setiap tiang yang didirikan, menyimpan doa dan harapan kolektif sebuah komunitas.

Kedatangan mushola baru ini membawa dampak yang jauh lebih mendalam dari sekadar tempat beribadat. Kini, anak-anak muda dapat mengaji dengan nyaman di mushola mereka sendiri. Majlis taklim ibu-ibu dapat digelar tanpa perlu khawatir merepotkan. Bahkan aktivitas sosial keagamaan lainnya dapat berlangsung lebih optimal. Mushola Kampung Pasir menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan pada proses, kesabaran, dan kolaborasi dapat mengubah mimpi menjadi kenyataan. Warga pun dapat merayakan Ramadan kali ini dengan hati yang penuh syukur dan ketenangan spiritual yang sejati.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow