Waspada! Penipuan Terhadap Turis Asing di Korea Selatan Membludak hingga 19 Ribu Kasus dalam Setahun
Penipuan terhadap warga asing di Korea Selatan mencapai angka mengkhawatirkan 19.907 kasus pada 2025, meningkat 4 kali lipat dari 2023. Modus penipuan beragam, bahkan memanfaatkan momentum konser musik internasional.
Reyben - Korea Selatan, negara yang terkenal sebagai destinasi wisata premium dan pusat hallyu wave, kini menghadapi krisis penipuan yang mengkhawatirkan. Data terbaru mengungkapkan lonjakan dramatis kasus penipuan yang menimpa warga asing, meningkat drastis dari 5.307 kasus pada 2023 menjadi 19.907 kasus pada 2025. Angka tersebut mencerminkan peningkatan hampir empat kali lipat dalam waktu singkat, menjadikan Korea Selatan semakin diincar para penipu untuk memanfaatkan wisatawan yang tidak waspada.
Perjalanan menuju Korea Selatan yang semula penuh harapan kini berubah menjadi petualangan penuh risiko bagi jutaan turis asing setiap tahunnya. Meningkatnya jumlah kasus penipuan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan hasil dari semakin canggihnya modus operandi para penipu yang memanfaatkan berbagai situasi. Menariknya, salah satu momentum puncak penipuan terjadi pada saat berlangsungnya acara-acara besar seperti konser musik internasional, termasuk konser legendaris boyband BTS yang dihadiri oleh ribuan penggemar dari seluruh dunia. Para penipu dengan terampil menggunakan momentum tersebut untuk menciptakan suasana kacau dan ramai sebagai peluang emas mereka mengobrak-abrik kantong turis.
Modus penipuan yang sering terjadi bervariasi, mulai dari pemalsuan tiket konser, penipuan transaksi kartu kredit, hingga jebakan paket wisata berbiaya ganda. Beberapa penipu bahkan menggunakan aplikasi atau website palsu yang mirip dengan platform resmi untuk menipu calon wisatawan sejak mereka masih berada di negara asal. Tidak heran jika angka penipuan terus melonjak setiap tahunnya, dengan tahun 2024 saja mencatat peningkatan signifikan menjadi 8.671 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Pola pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan bahwa sistem keamanan dan pengawasan masih belum mampu mengimbangi kecepatan inovasi para penipu.
Otoritas Korea Selatan pun semakin gencar memberikan peringatan kepada calon wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum dan selama perjalanan mereka. Kementerian Kepolisian setempat telah menjalankan berbagai operasi penggerebekan dan edukasi publik mengenai penipuan umum yang terjadi di destinasi wisata utama. Wisatawan diimbau untuk selalu verifikasi informasi dari sumber resmi, menghindari penawaran yang terlalu murah yang mencurigakan, dan tidak percaya kepada orang asing yang menawarkan bantuan tanpa diminta. Dengan meningkatnya kesadaran dan kehati-hatian, diharapkan angka penipuan dapat ditekan dan Korea Selatan dapat kembali menjadi destinasi wisata yang aman dan terpercaya.
What's Your Reaction?