Prabowo Akui Riset Indonesia Tertinggal, Komitmen Naikkan Investasi Penelitian Jadi Sorotan
Presiden Prabowo bertemu 150 peneliti BRIN dan akui ketertinggalan riset Indonesia. Prabowo menjanjikan peningkatan anggaran penelitian sebagai bentuk koreksi diri bangsa dalam mengembangkan inovasi dan teknologi nasional.
Reyben - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara taklimat bersama 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan membawa pesan yang cukup kritis terhadap kondisi riset nasional. Di hadapan para ilmuwan terbaik Indonesia, Prabowo tidak hanya mengakui ketertinggalan bangsa dalam hal investasi penelitian, tetapi juga menjanjikan upaya konkret untuk meningkatkan alokasi anggaran riset yang saat ini masih jauh tertinggal dibanding negara-negara kompetitor regional.
Penguakuan Prabowo terhadap keterbatasan anggaran riset mencerminkan kesadaran mendalam bahwa Indonesia memerlukan koreksi diri sebagai bangsa. Dengan mempertanyakan kembali prioritas pembangunan nasional, Presiden mencoba menggeser fokus pemerintah agar lebih memberikan perhatian pada sektor penelitian dan inovasi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Momentum pertemuan dengan para peneliti BRIN ini bukan sekadar ceremonial belaka, melainkan signal bahwa administrasi baru siap mengambil langkah strategis untuk memberdayakan ekosistem riset Indonesia.
Kehadiran Prabowo di depan komunitas peneliti menunjukkan positioning presidensial yang berbeda dari sebelumnya. Bukan hanya sekedar mendengarkan keluhan, tetapi Presiden secara eksplisit berkomitmen untuk mengoreksi kebijakan anggaran penelitian. Ini relevan mengingat Indonesia masih jauh tertinggal dalam hal produktivitas ilmiah dan inovasi teknologi dibanding negara-negara ASEAN lain seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang telah mengalokasikan dana riset jauh lebih besar. Investasi penelitian yang minim menyebabkan brain drain berkelanjutan, di mana para ilmuwan Indonesia berbakat memilih berkarya di luar negeri untuk mendapatkan fasilitas dan dukungan yang lebih memadai.
Janji Prabowo untuk menambah anggaran riset kiranya menjadi harapan baru bagi komunitas peneliti yang selama ini merasa kehilangan momentum. Dengan peningkatan investasi penelitian, diharapkan Indonesia dapat mengakselerasi pengembangan teknologi lokal, menciptakan inovasi yang kompetitif di pasar global, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Momentum ini menjadi penting untuk dikonversi menjadi kebijakan nyata dan alokasi anggaran yang terukur di tahun-tahun mendatang, agar komitmen Presiden tidak sekadar berubah menjadi janji kosong di akhir periode kepemimpinannya.
What's Your Reaction?