Waspada! Kandungan Susu Formula Ini Bisa Merusak Gigi Anak, Orangtua Perlu Tahu
Dokter gigi anak memperingatkan bahwa kandungan tertentu dalam susu formula dapat merusak gigi anak. Orangtua harus cerdas membaca label belakang kemasan sebelum memilih susu untuk buah hati.
Reyben - Memilih susu formula untuk buah hati bukan perkara sederhana. Banyak orangtua Indonesia yang terpesona dengan janji-janji menarik di kemasan depan, tanpa menyadari bahwa di balik promosi tersebut tersimpan potensi bahaya bagi kesehatan gigi anak mereka. Dokter gigi anak dan ahli nutrisi mulai membunyikan alarm merah tentang pentingnya membaca label belakang kemasan susu formula dengan seksama sebelum memberikannya kepada buah hati.
Problematika ini menjadi semakin serius mengingat tingginya angka kerusakan gigi pada anak-anak Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi pada anak usia prasekolah mencapai angka yang mengkhawatirkan. Para ahli menyimpulkan bahwa pemilihan susu formula yang tidak tepat turut berkontribusi pada fenomena ini. "Orangtua sering hanya memperhatikan kandungan kalsium dan vitamin, padahal ada zat lain yang justru bersifat merusak gigi," jelas dr. Siti Aminah, dokter gigi spesialis anak dari Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Indonesia.
Salah satu elemen yang sering terlewatkan adalah kandungan gula dan asam dalam susu formula. Meski diperlukan untuk rasa dan penyerapan nutrisi, kadar gula berlebih dalam susu formula dapat menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri penyebab karies gigi untuk berkembang biak. Lebih parah lagi, asam dalam beberapa formula susu dapat menggerogoti email gigi—lapisan pelindung terluar gigi—saat anak-anak masih dalam fase pertumbuhan gigi permanen mereka. Ahli nutrisi anak, dr. Budi Santoso, mengingatkan bahwa kebiasaan memberikan susu formula dengan kandungan tinggi sebelum tidur malam sangat berisiko karena produksi air liur berkurang drastis saat anak tertidur, sehingga gigi tidak terlindungi dengan baik.
Orangtua kini dituntut untuk menjadi detektif kemasan yang cermat dan teliti. Langkah pertama adalah membaca daftar bahan dan nilai gizi di sisi belakang kemasan susu formula, bukan hanya mengandalkan klaim marketing di depan. Cari formula dengan kadar gula tambahan minimal dan pilih yang mengandung fluoride untuk melindungi gigi. Selain itu, hindari pemberian susu formula dalam botol di malam hari tanpa diikuti pembersihan gigi. Dokter juga merekomendasikan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter gigi anak sebelum memilih jenis susu formula, terutama jika ada riwayat gigi bermasalah dalam keluarga. Edukasi orangtua tentang pentingnya label pemeriksaan nutrisi menjadi kunci untuk mencegah masalah kesehatan gigi pada generasi penerus bangsa.
What's Your Reaction?