Vape Bukan Hanya Asap, Tapi Juga Ancaman: Cak Imin Peringatkan Pesantren Waspada Penyusupan Narkoba Melalui Rokok Elektrik

Menko PM Muhaimin Iskandar memperingatkan bahwa vape telah menjadi sarana peredaran narkoba baru yang berbahaya. Ia mengajak pesantren untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah infiltrasi narkoba melalui rokok elektrik yang sulit diidentifikasi.

Apr 20, 2026 - 05:05
Apr 20, 2026 - 05:05
 0  0
Vape Bukan Hanya Asap, Tapi Juga Ancaman: Cak Imin Peringatkan Pesantren Waspada Penyusupan Narkoba Melalui Rokok Elektrik

Reyben - Menko Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar kembali mengingatkan publik tentang bahaya penyalahgunaan vape atau rokok elektrik yang semakin marak. Dalam kesempatan berbicara di hadapan pesantren, Cak Imin—sapaan akrab politisi senior ini—menyampaikan kekhawatiran mendalam bahwa vape telah menjadi "pintu masuk" baru bagi peredaran narkotika terlarang. Peringatan ini bukan sekadar wacana, melainkan hasil observasi lapangan yang menunjukkan tren mengkhawatirkan di kalangan generasi muda.

Liquida vape yang semula dipasarkan sebagai alternatif "lebih aman" dari rokok konvensional, kini disalahgunakan oleh sindikat narkoba untuk menyamarkan peredaran zat-zat terlarang. Metode ini sangat efektif karena vape sulit untuk diidentifikasi sekilas, dan masyarakat umum cenderung meremehkan bahaya di baliknya. Cak Imin menekankan bahwa lingkungan pesantren, yang secara tradisional menjadi benteng nilai-nilai spiritual dan moral, tidak boleh lengah terhadap infiltrasi narkoba melalui medium ini. "Pesantren harus tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkoba," ujarnya dengan nada tegas.

Persoalan vape dan narkoba ini tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Pesantren, keluarga, sekolah, dan pemerintah harus bersinergi untuk menciptakan sistem pertahanan yang solid. Cak Imin menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada santri tentang bahaya dan cara mengenali berbagai modus peredaran narkoba modern. Strategi preventif ini dirasa lebih efektif ketimbang hanya bergantung pada represif belaka. Dalam hal ini, pesantren memiliki peran unik karena memiliki struktur kehidupan bersama yang memungkinkan pengawasan lebih ketat dan pembinaan karakter yang mendalam.

Untuk memperkuat pesan ini, Cak Imin juga mengajak semua stakeholder untuk meningkatkan literasi tentang jenis-jenis narkoba baru yang beredar. Vape dengan kandungan narkotika kini hadir dalam berbagai rasa dan kemasan yang menarik, memudahkan pelaku untuk menargetkan generasi muda. Pemerintah telah mengidentifikasi puluhan produk vape ilegal yang mengandung zat-zat berbahaya, dan angkanya terus meningkat. Oleh karena itu, kewaspadaan bukanlah paranoia, tetapi keharusan dalam melindungi masa depan bangsa. Pesantren, dengan nilai-nilai tanggung jawab kolektif dan pendidikan moral yang kuat, menjadi medan pertempuran pertama dan terpenting dalam perang melawan penyebaran narkoba ini.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow