Tragis! Pendaki Gunung Dukono Tewas, Dua Rekan Masih Hilang di Tengah Kondisi Ekstrem

Pencarian pendaki Singapura di Gunung Dukono berakhir tragis dengan penemuan satu jenazah. Dua pendaki lainnya masih dalam pencarian intensif di tengah kondisi gunung yang sangat berbahaya dan medan ekstrem.

May 9, 2026 - 15:43
May 9, 2026 - 15:43
 0  0
Tragis! Pendaki Gunung Dukono Tewas, Dua Rekan Masih Hilang di Tengah Kondisi Ekstrem

Reyben - Pencarian pendaki yang hilang di Gunung Dukono, Halmahera Utara, berakhir dengan penemuan yang menyedihkan. Satu di antara tiga pendaki asal Singapura ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah beberapa hari operasi pencarian yang intensif. Penemuan ini menambah kekhawatiran akan nasib dua pendaki lainnya yang masih belum ditemukan hingga saat ini. Tim penyelamat terus melakukan upaya pencarian meskipun kondisi medan gunung yang sangat berbahaya dan cuaca ekstrem menjadi hambatan utama.

Gunung Dukono, yang merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, terbukti menjadi destinasi pendakian yang penuh tantangan dan risiko tinggi. Kondisi ketinggian yang mencapai 1.335 meter di atas permukaan laut dikombinasikan dengan medan yang terjal dan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung menjadikan setiap pendakian sebagai misi yang memerlukan persiapan matang dan pengalaman mendalam. Ketiga pendaki Singapura ini rupanya belum sepenuhnya memperhitungkan kesulitan tersebut ketika memutuskan untuk mendaki pada waktu yang tidak tepat.

Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan berbagai pihak termasuk tim SAR profesional, petugas kepolisian, dan relawan lokal yang memahami medan setempat. Meskipun sudah dilakukan pencarian secara sistematis dengan membagi area operasi menjadi beberapa sektor, dua pendaki yang masih hilang seakan menelan bumi. Keputusan untuk terus melanjutkan pencarian diambil dengan mempertimbangkan kemungkinan bahwa kedua pendaki tersebut masih memiliki peluang untuk ditemukan dalam kondisi hidup. Namun, setiap hari yang berlalu semakin membuat harapan tersebut memudar seiring dengan cuaca yang tidak bersahabat dan medan yang semakin sulit diakses.

Kejadian duka cita ini sekali lagi menjadi pengingat bagi para pencinta petualangan alam tentang pentingnya keselamatan dan persiapan yang matang sebelum melakukan pendakian gunung. Badan-badan pariwisata dan organisasi pendaki lokal telah mengingatkan agar para wisatawan ekstrem selalu membawa peralatan standar pendakian, memiliki pemandu berpengalaman, dan tidak mengabaikan peringatan cuaca serta kondisi medan. Keluarga dari ketiga pendaki Singapura ini diharapkan dapat menerima kabar duka cita dengan tabah, sementara komunitas pendaki internasional juga ikut prihatin atas tragedi yang terjadi di salah satu destinasi pendakian legendaris di nusantara.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow