Tragedi Purwakarta: Pesta Pernikahan Berakhir Duka, Ayah Pengantin Tewas Dihajar Preman
Acara pernikahan di Purwakarta berakhir tragis dengan meninggalnya Dadang (57) setelah dikeroyok preman. Sahroni mendesak polisi menggali lebih dalam dan tidak cuma tangkap kroco-kroconya saja.
Reyben - Suasana bahagia pernikahan seorang anak di Desa Kertamukti, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berubah menjadi tragedi kelam. Dadang, berusia 57 tahun, nyawa melayang setelah menerima hujaman brutal dari sekelompok preman yang diduga dalam pengaruh minuman keras. Insiden yang terjadi di tengah perayaan yang seharusnya penuh kebahagiaan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Dadang dan seluruh masyarakat Desa Kertamukti.
Kejadian mencengangkan ini segera menarik perhatian sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat pemerintahan setempat. Sahroni, salah satu tokoh yang concern terhadap kasus ini, langsung mendesak pihak kepolisian untuk tidak hanya fokus menangkap para dalang kekerasan. Menurutnya, penangkapan terhadap para "kroco-kroco" atau preman tingkat bawah saja tidaklah cukup untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Desakan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa kasus-kasus serupa sering kali hanya menangkap pelaku lapangan, sementara dalang sesungguhnya lolos dari jerat hukum.
Atas insiden ini, Sahroni mengusulkan agar penyelidikan diperdalam untuk mengungkap siapa sebenarnya di balik kekerasan itu. Apakah ada benturan personal, persoalan utang piutang, atau justru ada pihak ketiga yang memanfaatkan kesempatan untuk menciptakan kekacauan di acara pernikahan Dadang. Pendekatan investigasi yang komprehensif menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa semua pihak yang bertanggung jawab—baik pelaku fisik maupun dalang—mendapatkan hukuman yang sepantasnya di mata hukum.
Kasus tragis ini sekali lagi menunjukkan betapa masih adanya celah keamanan di acara-acara publik dan perayaan masyarakat. Kehadiran preman yang membuat onar dan berpotensi memicu kekerasan menjadi ancaman nyata bagi ketentraman warga sipil yang sedang merayakan momen berharga. Pihak kepolisian diharapkan tidak hanya bertindak reaktif menangkap pelaku, tetapi juga proaktif dalam mencegah dan mengurangi keberadaan preman-preman yang sering menjadi sumber gangguan di berbagai acara masyarakat.
Penyelesaian kasus Dadang akan menjadi tolok ukur komitmen aparat penegak hukum dalam memberikan perlindungan maksimal kepada warga sipil. Keluarga Dadang dan masyarakat luas menanti keputusan hukum yang adil dan tegas terhadap semua pihak yang terlibat dalam peristiwa berdarah ini. Hanya dengan penegakan hukum yang konsisten dan menyeluruh, pesan pencegahan terhadap kekerasan semacam ini dapat tersampaikan dengan efektif kepada semua lapisan masyarakat.
What's Your Reaction?