Syed Saddiq: ASEAN Harus Berani Sanksi Indonesia Jika Kabut Asap Terus Mengacaukan Kawasan

Politikus Malaysia Syed Saddiq menuntut ASEAN menerapkan tindakan tegas terhadap Indonesia jika masalah Karhutla tidak ditangani dengan serius. Dia mengusulkan sanksi ekonomi hingga eskalasi ke forum internasional.

Oct 15, 2026 - 07:15
Oct 15, 2026 - 07:15
 0  3
Syed Saddiq: ASEAN Harus Berani Sanksi Indonesia Jika Kabut Asap Terus Mengacaukan Kawasan

Reyben - Politikus Malaysia yang vokal, Syed Saddiq, kembali mengedepankan desakan keras kepada pemerintah Kuala Lumpur untuk memimpin upaya regional yang lebih agresif. Kali ini, fokusnya tertuju pada masalah asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus mengganggu negara-negara tetangga di kawasan ASEAN. Menurutnya, Indonesia tidak bisa terus-terusan dibiarkan menganggap remeh dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh api hutan di wilayahnya tanpa konsekuensi serius dari komunitas internasional.

Syed Saddiq, yang dikenal karena pendekatan langsung dalam mengkritisi kebijakan regional, menekankan bahwa Malaysia seharusnya tidak lagi hanya bersifat pasif dan menyuarakan kekhawatiran melalui saluran diplomasi biasa. Ia mengatakan bahwa ASEAN sebagai organisasi regional harus menunjukkan ketegasan dengan memberikan ultimatum yang jelas kepada Jakarta, bahwa jika Karhutla tidak ditangani dengan lebih serius, maka akan ada tindakan kolektif dari negara-negara anggota. Masalah ini, lanjutnya, bukanlah hanya persoalan lingkungan semata, tetapi juga menyangkut kesehatan publik jutaan warga Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya yang setiap tahun menghirup udara yang tercemar.

Politis asal Johor ini membantah anggapan bahwa intervensi regional dalam hal ini dianggap sebagai campur tangan dalam urusan domestik Indonesia. Syed Saddiq mengatakan bahwa ketika dampak negatif melampaui batas-batas negara dan menyebabkan kerugian ekonomi serta kesehatan bagi ribuan masyarakat di luar perbatasan, maka itu sudah menjadi tanggung jawab bersama. Dia menyoroti bahwa setiap tahun, Malaysia mengeluarkan biaya milyaran rupiah untuk menanggulangi dampak kabut asap, dari perawatan kesehatan hingga kerugian sektor pariwisata dan perdagangan. Ini, kata dia, adalah beban yang tidak seharusnya ditanggung oleh negara yang tidak menimbulkan masalah tersebut.

Lebih jauh, Syed Saddiq menawarkan beberapa alternatif tindakan yang bisa dilakukan ASEAN jika Indonesia tetap tidak responsif. Mulai dari penghentian sementara perjanjian perdagangan tertentu, pembatasan investasi regional, hingga membawa kasus ini ke forum internasional yang lebih luas seperti PBB. Dia juga mengusulkan agar ASEAN membentuk task force khusus yang tidak hanya membahas masalah ini dalam level bilateral, tetapi juga melibatkan para ahli lingkungan dan pejabat kesehatan publik dari berbagai negara untuk memaparkan data konkret tentang dampak Karhutla. Langkah-langkah konkret ini, menurut politikus muda tersebut, jauh lebih efektif daripada sekadar mengeluarkan pernyataan diplomatik yang tidak memiliki kekuatan pengikat.

Pandangan Syed Saddiq mencerminkan tingginya frustrasi di kalangan politisi Malaysia dan negara-negara ASEAN lainnya terhadap repetisi masalah Karhutla yang tampaknya tidak pernah mendapat solusi jangka panjang. Setiap musim kering, siklus yang sama terulang: kebakaran hutan di Indonesia, kabut asap menyebar, jutaan orang terkena dampak kesehatan, ekonomi terguncang, dan diakhiri dengan permintaan maaf yang terkesan-kesan dari Jakarta. Kali ini, desakan Syed Saddiq seperti mencerminkan kiprah yang lebih berani dari ASEAN untuk keluar dari zona nyaman diplomasi tradisional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow