Survei Kinerja Menteri Jadi Medan Pertempuran Politik? Golkar Minta Evaluasi Dilepas dari Kepentingan Pribadi

Partai Golkar menolak jika survei kinerja menteri digunakan sebagai alat serangan personal, meminta evaluasi kebijakan tetap bersifat ilmiah dan objektif tanpa kepentingan politik terselubung.

Oct 14, 2026 - 13:12
Oct 14, 2026 - 13:12
 0  3
Survei Kinerja Menteri Jadi Medan Pertempuran Politik? Golkar Minta Evaluasi Dilepas dari Kepentingan Pribadi

Reyben - Ketegangan baru muncul dalam panggung politik Indonesia setelah sebuah lembaga survei merilis hasil penilaian kinerja para menteri kabinet. Nama Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM, masuk dalam daftar menteri dengan performa terburuk menurut survei dari Celios Institute. Respons cepat datang dari Partai Golkar yang mempertanyakan apakah survei independen telah berubah menjadi senjata serangan personal dalam kompetisi politik.

Melalui pernyataannya, Labib dari Golkar menekankan bahwa instrumen survei seharusnya berfungsi sebagai alat evaluasi kebijakan yang bersifat ilmiah, objektif, dan terukur. Menurutnya, hasil survei tidak seharusnya turun derajat menjadi peranti untuk melakukan penyerangan personal terhadap figur tertentu dalam pemerintahan. Kritik ini muncul mengingat Bahlil adalah salah satu tokoh Golkar yang mendapat posisi strategis dalam struktur kabinet Pemerintah Joko Widodo sebelumnya dan masih memiliki pengaruh kuat dalam dinamika internal partai.

Dampak dari survei tersebut terasa cukup signifikan mengingat opini publik sangat dipengaruhi oleh hasil riset independen seperti yang dilakukan Celios. Jika hasil survei dipersepsikan sebagai instrumen serangan, kepercayaan publik terhadap kredibilitas lembaga riset bisa merosot drastis. Labib mengingatkan bahwa survei yang kredibel harus mampu memberikan penilaian mendalam tentang efektivitas kebijakan, pencapaian target, dan dampak nyata terhadap masyarakat, bukan sekadar menjabarkan preferensi politik dari institusi yang menyelenggarakan survei.

Kasus ini menunjukkan betapa rumitnya lanskap politik Indonesia di mana garis tipis antara evaluasi objektif dan serangan berkelanjutan sering kali kabur. Golkar menekankan perlunya standar metodologi survei yang transparan dan dapat diverifikasi oleh pihak ketiga independen. Dengan demikian, hasil survei bisa menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerja, bukan menjadi batu loncatan untuk kepentingan partai atau individu tertentu dalam merebut posisi di struktur kekuasaan yang lebih tinggi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow