Sunat Tertunda, Benarkah Jadi Masalah Serius untuk Si Kecil? Dokter Ungkap Faktanya

Apakah menunda sirkumsisi anak benar-benar berdampak buruk? Dokter menjelaskan waktu ideal untuk sunat dan risiko jika terlalu ditunda hingga usia dewasa.

May 3, 2026 - 02:48
May 3, 2026 - 02:48
 0  0
Sunat Tertunda, Benarkah Jadi Masalah Serius untuk Si Kecil? Dokter Ungkap Faktanya

Reyben - Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sirkumsisi atau sunat pada anak memang bukan perkara sederhana. Banyak orang tua yang merasa ragu dan terus menunda prosedur ini karena berbagai pertimbangan, mulai dari kekhawatiran anak belum siap secara mental, takut menghadapi rasa sakit, hingga kalkulasi biaya yang tidak sedikit. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah penundaan sunat ini benar-benar membawa dampak negatif bagi kesehatan si kecil? Mari kita simak penjelasan lengkapnya.

Menurut para ahli kesehatan dan dokter spesialis anak, penundaan sunat dalam batas waktu yang masuk akal sebenarnya tidak akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Sirkumsisi yang dilakukan pada usia ideal, yakni antara 6 bulan hingga 5 tahun, cenderung memberikan hasil yang lebih optimal dengan pemulihan yang lebih cepat. Pada usia ini, anak juga lebih mudah ditenangkan dan proses penyembuhan luka berlangsung lebih efisien karena sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang dengan baik. Jika penundaan terjadi hingga anak memasuki masa remaja atau dewasa, maka prosedur akan lebih kompleks dan waktu pemulihan bisa memakan waktu lebih lama.

Ada sejumlah alasan medis mengapa sunat sebaiknya tidak ditunda terlalu lama. Pertama, jika sirkumsisi dilakukan pada usia dini, tingkat infeksi pasca operasi lebih rendah dibandingkan pada usia yang lebih tua. Kedua, rasa sakit yang dirasakan anak kecil relatif lebih mudah diatasi dengan pemberian anestesi lokal, dan anak cenderung tidak membawa trauma jangka panjang dari prosedur tersebut. Ketiga, pemulihan pada anak kecil umumnya lebih cepat, hanya dalam hitungan minggu anak sudah bisa kembali beraktivitas normal. Sementara itu, jika sunat ditunda hingga dewasa, risiko komplikasi seperti infeksi, perdarahan, dan edema meningkat signifikan. Selain itu, pemulihan akan memakan waktu lebih lama dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dari segi psikologis, penundaan sunat juga memiliki dampaknya sendiri. Anak yang sudah cukup besar dan memiliki pemahaman akan prosedur medis mungkin akan merasa lebih takut dan cemas. Mereka bisa mengalami stress dan kecemasan yang berkelanjutan sebelum hari X sunat tiba. Sebaliknya, sunat pada usia dini justru memberikan keuntungan psikologis karena anak tidak memiliki bayangan yang berlebihan tentang apa yang akan terjadi. Mereka juga tidak akan merasa beda dengan teman-teman sebaya jika mayoritas telah menjalani sirkumsisi lebih dulu.

Namun, perlu dicatat bahwa penundaan sunat dalam jangka pendek, misalnya dari usia 1 tahun menjadi 3 tahun, tidak akan menimbulkan dampak kesehatan yang berarti. Yang perlu dihindari justru adalah menunda terlalu lama hingga anak memasuki usia sekolah atau remaja tanpa alasan medis yang jelas. Tentu saja, jika ada kondisi kesehatan khusus yang membuat anak tidak mampu menjalani prosedur, maka penundaan menjadi hal yang tepat untuk dilakukan demi keselamatan si kecil.

Bagi orang tua yang masih ragu, konsultasi dengan dokter anak atau dokter spesialis urologi adalah langkah terbaik. Mereka akan memberikan rekomendasi yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan anak secara individual. Jangan biarkan keraguan berlarut-larut, karena semakin dini keputusan dibuat dan dilaksanakan, semakin minimal risiko yang akan dihadapi anak di masa depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow