Shin Tae-yong Puji Mentality Persija, Tapi Marahi Kondisi Lapangan JIS yang Memprihatinkan
Shin Tae-yong menuai puas dengan mental juara Persija yang mampu comeback mengalahkan Persik, namun berduka dengan kondisi lapangan JIS yang buruk dan tidak layak standar internasional.
Reyben - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memberikan pujian tinggi kepada mental juara anak buahnya setelah berhasil comeback mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (JIS), Jakarta pada pertandingan pekan ini. Meskipun sempat tertinggal, tim Macan Kemayoran menunjukkan karakter juara dengan mampu balik mengalahkan lawan yang datang dengan motivasi tinggi. Namun, di balik kemenangan yang gemilang tersebut, Shin Tae-yong tidak bisa menutup mata terhadap permasalahan serius yang mengganggu jalannya pertandingan, yakni kondisi lapangan JIS yang dinilainya sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk kompetisi standar internasional.
Kemenangan 2-1 Persija bukan sekadar angka biasa dalam catatan Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan ini melihat ada pembelajaran berharga tentang resiliensi dan determinasi dari para pemainnya. "Tim kami menunjukkan mental yang sangat bagus hari ini. Ketika tertinggal, mereka tidak putus asa dan terus berusaha. Itu adalah ciri-ciri juara sejati," ujar Shin dalam konferensi pers pasca-pertandingan dengan wajah yang terlihat puas namun tetap serius. Komitmen pemain Persija untuk kembali ke posisi yang lebih baik dan mencuri kemenangan menjadi bukti nyata bahwa groundwork yang dilakukan pelatih mulai menunjukkan hasil positif dalam membangun tim yang solid.
Namun, ekspresi kepuasan Shin Tae-yong segera berubah ketika pembicaraan beralih ke kondisi lapangan pertandingan. Beliau tampak frustasi menghadapi realitas yang dihadapi setiap kali Persija bermain di rumahnya sendiri. Shin mengkritik tajam kualitas rumput JIS yang tidak terjaga dengan baik, bergejala adanya area yang botak dan tidak rata. "Lapangan seperti ini bukan hanya mengganggu permainan, tetapi juga bisa menyebabkan cedera pada pemain. Standar ini sangat jauh dari lapangan yang seharusnya digunakan tim level Asia," keluh Shin dengan nada yang penuh kekhawatiran akan kesehatan para atlet. Pelatih berpengalaman ini mengingatkan bahwa fasilitas adalah salah satu komponen penting dalam mengembangkan permainan yang berkualitas tinggi.
Pernyataan Shin Tae-yong mencerminkan dilema yang telah lama menjadi sorotan dalam dunia sepak bola Indonesia. Sementara tim-tim domestik terus berjuang untuk meningkatkan level kompetitif, infrastruktur fasilitas utama seperti stadion justru belum mendapat perhatian serius dari pihak-pihak yang berkewenangan. Lapangan yang tidak terawat bukan hanya masalah estetika, tetapi juga berdampak langsung pada performa pemain dan risiko cedera. Kemenangan Persija malam itu menjadi semakin terasa manis karena harus diraih dengan kondisi yang tidak ideal, namun juga menjadi pengingat bahwa investasi dalam infrastruktur olahraga perlu menjadi prioritas bagi pemerintah dan manajemen klub untuk menjaga daya saing tim di kancah regional maupun internasional.
What's Your Reaction?