Rocky Gerung Bela Nadiem: Pengadaan Chromebook dengan Tim Khusus Itu Sah-sah Saja, Bukan Kejahatan

Rocky Gerung membela mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dengan mengatakan bahwa pembentukan tim khusus untuk pengadaan chromebook adalah tindakan sah dan tidak kriminal. Namun Kejaksaan memiliki pendapat berlawanan.

May 11, 2026 - 21:27
May 11, 2026 - 21:27
 0  0
Rocky Gerung Bela Nadiem: Pengadaan Chromebook dengan Tim Khusus Itu Sah-sah Saja, Bukan Kejahatan

Reyben - Polemik pengadaan chromebook yang melibatkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim terus bergulir di panggung publik. Kali ini, politikus Rocky Gerung turut memberikan perspektifnya dengan menyatakan bahwa keputusan Nadiem membentuk tim khusus untuk menangani pengadaan perangkat tersebut sebenarnya merupakan tindakan yang sah dan tidak memiliki unsur kriminal. Pernyataan kontroversial ini langsung mendapat respons keras dari pihak Kejaksaan, yang rupanya memiliki pandangan berbeda tentang prosedur pengadaan barang negara tersebut.

Rocky Gerung, yang dikenal dengan analisisnya yang tajam terhadap kebijakan pemerintah, beralasan bahwa membentuk satuan tugas khusus dalam pengadaan barang bukanlah hal yang melanggar hukum. Menurutnya, tindakan Nadiem tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat proses pengadaan chromebook yang merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan pada masa itu. Gerung berpandangan bahwa dalam situasi tertentu, khususnya ketika menangani program yang bersifat urgen dan strategis, pembentukan tim khusus adalah langkah yang wajar dan dapat dibenarkan dalam praktik administrasi pemerintahan modern.

Namun, respons yang datang dari Kejaksaan sama sekali tidak sejalan dengan pandangan Rocky Gerung. Institusi penegak hukum tersebut melihat ada celah prosedural yang perlu dikritisi dalam penanganan pengadaan chromebook tersebut. Kejaksaan mempertanyakan mekanisme penawaran, seleksi vendor, dan penggunaan dana yang melibatkan tim khusus yang dibentuk oleh Nadiem. Mereka memandang bahwa prosedur standar pengadaan barang negara harus tetap diikuti dengan ketat, terlepas dari alasan urgensi apapun yang dikemukakan. Respons keras Kejaksaan ini menunjukkan bahwa isu pengadaan chromebook masih menjadi titik tekan dalam diskusi tentang transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan nasional.

Kontradiksi antara pandangan Rocky Gerung dan Kejaksaan ini mencerminkan perbedaan filosofi dalam memahami fleksibilitas administrasi pemerintahan. Di satu sisi, ada yang berpendapat bahwa efisiensi dan kecepatan dalam memberikan layanan publik memerlukan ruang untuk inovasi prosedural. Di sisi lain, ada yang teguh memegang prinsip bahwa hukum dan regulasi harus dijunjung tinggi tanpa kompromi, demi menjaga integritas sistem dan mencegah penyalahgunaan. Perdebatan ini akan terus menjadi perhatian publik mengingat pentingnya program pengadaan chromebook bagi dunia pendidikan Indonesia dan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan dana publik yang transparan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow