Revolusi Bahasa Rapat Dinas: Bekasi Wajibkan ASN Gunakan Inggris di Zoom, Ini Alasannya

Pemerintah Kota Bekasi memberlakukan kebijakan wajib berbahasa Inggris dalam rapat daring WFH mulai April 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kompetensi SDM aparatur pemerintah dan mempersiapkan mereka untuk era global yang lebih kompetitif.

Apr 17, 2026 - 17:44
Apr 17, 2026 - 17:44
 0  1
Revolusi Bahasa Rapat Dinas: Bekasi Wajibkan ASN Gunakan Inggris di Zoom, Ini Alasannya

Reyben - Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah berani dengan memberlakukan kebijakan baru yang mengharuskan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan bahasa Inggris selama rapat daring atau work from home (WFH) mulai 17 April 2026. Keputusan kontroversial ini langsung menjadi sorotan publik karena dianggap cukup radikal dalam mengubah tradisi komunikasi kantor pemerintah yang selama ini menggunakan bahasa Indonesia. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara seragam di seluruh instansi pemerintah Kota Bekasi, tanpa terkecuali, dalam semua forum rapat virtual yang diselenggarakan secara resmi.

Menurut penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Bekasi, kebijakan ini dirancang sebagai bagian dari strategi peningkatan sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah. Pemerintah percaya bahwa dengan membiasakan ASN berkomunikasi dalam bahasa Inggris, kompetensi global mereka akan meningkat secara signifikan. Selain itu, langkah ini juga dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk mempersiapkan aparatur pemerintah agar lebih kompetitif dalam era globalisasi dan transformasi digital yang semakin pesat. Tujuan utamanya adalah menciptakan SDM pemerintah yang tidak hanya profesional dalam bidangnya, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi internasional yang mumpuni.

Tidak hanya itu, kebijakan bahasa Inggris dalam rapat daring ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas koordinasi antar instansi pemerintah Bekasi dengan lembaga-lembaga internasional atau mitra kerja dari luar negeri. Dengan adanya kebiasaan menggunakan bahasa Inggris sejak tingkat internal, diharapkan ASN dapat lebih lancar dan percaya diri ketika melakukan komunikasi eksternal dengan pihak asing. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap citra dan kredibilitas Pemerintah Kota Bekasi di mata dunia internasional. Pemerintah juga melihat ini sebagai kesempatan emas untuk memulai transformasi budaya kerja yang lebih modern dan berorientasi pada standar global.

Namun, kebijakan ini juga mendapatkan respons beragam dari berbagai kalangan. Beberapa ASN merasa khawatir dengan penerapan kebijakan yang cukup mendadak, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang masih terbatas. Pemerintah Bekasi kemudian berkomitmen untuk memberikan pelatihan intensif bahasa Inggris gratis kepada seluruh ASN yang membutuhkan sebelum tanggal penerapan kebijakan tiba. Program pelatihan ini akan dijalankan secara bertahap dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing peserta. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan transisi menuju komunikasi berbahasa Inggris dalam rapat daring dapat berjalan lebih lancar dan inklusif untuk semua ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow