Prabowo Peringatkan Bahaya Fitnah: Lebih Ganas Daripada Tindakan Kekerasan

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat tentang bahaya fitnah dengan mengutip ayat Al-Qur'an, menekankan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan dalam merusak tatanan sosial.

Sep 19, 2026 - 04:15
Sep 19, 2026 - 04:15
 0  4
Prabowo Peringatkan Bahaya Fitnah: Lebih Ganas Daripada Tindakan Kekerasan

Reyben - Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada publik tentang bahaya fitnah yang tersebar di masyarakat. Dalam pidatonya, pemimpin negara ini mengutip langsung ayat suci Al-Qur'an untuk menekankan betapa seriusnya dampak fitnah terhadap tatanan sosial kemasyarakatan. Prabowo menyoroti keberadaan sejumlah oknum yang mengaku sebagai pakar atau ahli, namun justru sering menyebarkan informasi yang tidak bertanggung jawab dan merugikan. Pesan yang disampaikan presiden ini sejalan dengan nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam konteks yang lebih mendalam, Prabowo merujuk pada Al-Baqarah ayat 191 sebagai dalil kuat untuk menunjukkan bahwa fitnah dinilai lebih berbahaya daripada pembunuhan itu sendiri. Ayat tersebut menjadi landasan moral dalam menyatakan kekhawatirannya terhadap fenomena penyebaran berita bohong dan isu-isu yang tidak terverifikasi. Presiden mengungkapkan bahwa fitnah dapat merusak kepercayaan publik, memecah belah persatuan, dan menghancurkan reputasi individu maupun institusi tanpa jejak fisik yang terlihat. Namun dampaknya jauh lebih mendalam dan berkelanjutan dalam jangka panjang, terutama bagi stabilitas sosial negara.

Pernyataan Prabowo ini menjadi refleksi penting di era digital di mana informasi menyebar dengan sangat cepat tanpa filter yang memadai. Masyarakat modern dihadapkan pada tantangan baru dalam membedakan mana informasi yang akurat dan mana yang hanya sekadar rumor atau propaganda berselubung. Presiden menekankan bahwa setiap individu yang mengklaim diri sebagai ahli atau pemimpin opini memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan informasi yang jujur dan terverifikasi. Kredibilitas seseorang akan hancur dalam sekejap apabila terbukti mereka menyebarkan fitnah, dan kepercayaan yang hilang jauh lebih sulit untuk dibangun kembali dibanding memperbaiki luka fisik.

Komentar Prabowo juga merupakan seruan kepada masyarakat Indonesia untuk lebih kritis dan selektif dalam menerima informasi. Tidak semua yang terdengar masuk akal atau berbicara dengan percaya diri berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Presiden mengajak setiap warga negara untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya lebih lanjut, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga integritas bangsa. Dengan demikian, fitnah yang merugikan dapat diminimalkan, dan masyarakat dapat fokus pada pembangunan dan peningkatan kualitas hidup yang sesungguhnya. Pesan moral ini relevan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat di level lokal dan personal.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow