Prabowo Buka Suara soal Narasi Kelam: 'Yang Teriak-teriak Itu Matanya Kabur'

Presiden Prabowo Subianto mengkritik keras mereka yang terus menyuarakan narasi pesimis tentang Indonesia. Dia menyebut pihak-pihak tersebut memiliki visi yang terbatas dan mengajak mereka yang tidak percaya pada masa depan Indonesia untuk pergi ke negara lain.

Apr 29, 2026 - 18:25
Apr 29, 2026 - 18:25
 0  0
Prabowo Buka Suara soal Narasi Kelam: 'Yang Teriak-teriak Itu Matanya Kabur'

Reyben - Presiden Prabowo Subianto tidak tinggal diam ketika menyoal isu-isu pesimis tentang kondisi negara. Dalam beberapa kesempatan, pemimpin tertinggi republik ini secara blak-blakan mengritik mereka yang terus mempromosikan narasi 'Indonesia Gelap' kepada publik. Menurut Prabowo, orang-orang yang beramai-ramai menyuarakan cerita suram tentang Indonesia sebenarnya memiliki visi yang terbatas atau mata yang buram dalam melihat potensi negeri ini. Pernyataan presiden ini menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai kritik keras terhadap kelompok yang sering mengambil sudut pandang pesimis dalam menganalisis kondisi bangsa.

Kritik Prabowo terhadap narasi negatif tentang Indonesia tidak hanya sekadar omongan kosong. Dia seolah membuka mata publik bahwa ada perbedaan mendasar antara menjadi realis dan menjadi pesimis berlebihan. Presiden menjelaskan bahwa sebagai pemimpin negara, dia memilih untuk fokus pada peluang dan potensi yang bisa dikembangkan daripada terus-terusan menceritakan keterpurukan. Dengan nada yang cukup sarkastis, Prabowo bahkan memberikan opini yang memicu tawa pendengarnya. Dia mengommentari bahwa jika seseorang benar-benar percaya Indonesia sudah gelap dan tanpa harapan, mereka bebas saja meninggalkan negeri ini dan pergi ke tempat lain, bahkan menyebutkan negara sejauh Yaman sebagai perumpamaan.

Pernyataan presiden ini mencerminkan strategi komunikasi politiknya yang cukup unik. Alih-alih memberikan argumen detail tentang pencapaian pemerintah, Prabowo memilih pendekatan yang lebih personal dan cenderung menyerang karakter mereka yang menyuarakan kritik. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan baru ini menempatkan narasi positif tentang Indonesia sebagai salah satu agenda penting. Faktanya, membangun optimisme publik adalah bagian integral dari strategi kepemimpinan Prabowo yang ingin menciptakan momentum perubahan di awal masa jabatannya. Namun, pendekatan ini juga menimbulkan perdebatan tentang ruang kebebasan berpendapat dan bagaimana seharusnya pemimpin merespons kritik konstruktif.

Dalam konteks politik Indonesia modern, pertarungan narasi menjadi semakin penting. Tidak hanya soal kebijakan nyata, tetapi juga tentang bagaimana cerita itu dikemas dan dipresentasikan kepada masyarakat. Prabowo tampaknya memahami pentingnya hal ini dan berusaha mengontrol percakapan publik dengan cara yang cukup agresif. Sementara beberapa kalangan menganggap ini sebagai bentuk kepemimpinan yang tegas dan percaya diri, pihak lain melihatnya sebagai tanda tidak terbukanya ruang dialog yang sehat. Bagaimanapun, pertarungan ideologi dan narasi tentang masa depan Indonesia ini akan terus menjadi topik hangat di ruang publik dan media massa dalam waktu-waktu mendatang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow