Prabowo Buka Suara: Nasionalisme adalah Jantung Ekonomi Indonesia yang Kuat

Presiden Prabowo Subianto menekankan dalam Munas HIPMI bahwa nasionalisme adalah fondasi esensial untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sesungguhnya berkelanjutan dan menguntungkan rakyat Indonesia.

Jun 10, 2026 - 23:28
Jun 10, 2026 - 23:28
 0  1
Prabowo Buka Suara: Nasionalisme adalah Jantung Ekonomi Indonesia yang Kuat

Reyben - Presiden Prabowo Subianto mengangkat tema yang cukup kontroversial namun relevan dalam forum Munas HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) belum lama ini. Dia menekankan bahwa tanpa fondasi nasionalisme yang kuat, pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan pernah mencapai puncaknya. Pernyataan ini menjadi sorotan karena menyentuh inti dari filosofi pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih holistik dari sekadar angka-angka pertumbuhan GDP.

Dalam pidatonya, Prabowo tidak hanya berbicara tentang data ekonomi atau target pertumbuhan yang ambisius, melainkan menggali lebih dalam tentang semangat dan nilai-nilai yang harus menjadi penopang setiap keputusan ekonomi. Nasionalisme yang dimaksudkan di sini bukan sekadar slogan politis, tetapi menurut perspektif presidensial, adalah komitmen nyata untuk membangun industri dan ekonomi yang benar-benar milik dan dikelola oleh rakyat Indonesia. Pesan ini resonan dengan agenda pemerintahan yang menekankan kemandirian ekonomi dan pengurangan ketergantungan pada modal asing.

Menurut Prabowo, para pengusaha muda Indonesia harus memiliki keberanian untuk membangun bisnis dengan prinsip kebangsaan tinggi. Ini berarti mengutamakan kepentingan jangka panjang bangsa dibanding keuntungan jangka pendek yang seringkali menggerogoti sumber daya alam dan modal manusia Indonesia. Presiden mengajak generasi entrepreneur untuk tidak hanya memikirkan profit margin, tetapi juga bagaimana bisnis mereka berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat luas. Pendekatan ini berbeda dengan model kapitalisme murni yang sering dikritik karena mengabaikan dimensi sosial dan kedaulatan ekonomi.

Respons dari kalangan HIPMI sendiri cukup beragam. Beberapa pengusaha muda menyambut baik gagasan ini sebagai pengingatkan penting bahwa bisnis bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari proyek besar pembangunan nasional. Namun, sebagian lainnya juga mengkhawatirkan apakah penekanan nasionalisme ini dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang tidak mengorbankan efisiensi bisnis dan daya saing di pasar global. Dialog ini menunjukkan bahwa tema ekonomi dan nasionalisme memang tidak sederhana, dan memerlukan formulasi kebijakan yang matang.

Pandangan Prabowo ini juga sejalan dengan komitmen pemerintahannya untuk memperkuat UMKM, merevitalisasi industri lokal, dan mengurangi impor barang yang sebenarnya bisa diproduksi dalam negeri. Dengan memprioritaskan kemandirian ekonomi dan pemberdayaan pengusaha lokal, diharapkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak hanya tinggi dalam statistik, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif. Momentum Munas HIPMI ini menjadi ajang penting untuk menyosialisasikan bahwa nasionalisme ekonomi bukanlah halangan progres, melainkan akselerator menuju pembangunan yang lebih bermakna bagi seluruh rakyat Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow