Prabowo Buka Suara: Mengapa Indonesia Sering Meremehkan Karya Anak Bangsanya Sendiri?

Presiden Prabowo menyoroti paradoks bangsa Indonesia yang kerap meremehkan prestasi sendiri padahal memiliki potensi luar biasa. Ia menekankan bahwa perubahan mindset ini krusial untuk membangun daya saing global.

Jul 10, 2026 - 02:45
Jul 10, 2026 - 02:45
 0  0
Prabowo Buka Suara: Mengapa Indonesia Sering Meremehkan Karya Anak Bangsanya Sendiri?

Reyben - Presiden Prabowo Subianto mengangkat isu yang menyentuh hati banyak kalangan profesional dan pelaku usaha di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, pemimpin negara menekankan bahwa salah satu kelemahan struktural yang menghambat kemajuan bangsa adalah kurangnya apresiasi terhadap pencapaian sumber daya manusia lokal. Prabowo tidak hanya sekadar mengkritik, melainkan melihat fenomena ini sebagai akar masalah yang perlu dibenahi untuk meningkatkan daya saing nasional di level global. Pernyataan ini menjadi momen penting untuk refleksi kolektif tentang bagaimana kita memandang karya anak bangsa sendiri.

Dalam konteks ekonomi dan bisnis, kebiasaan meremehkan produk dalam negeri telah lama menjadi dilema tersendiri. Konsumen Indonesia sering kali lebih percaya diri membeli barang impor, padahal produk lokal memiliki kualitas yang tidak kalah kompetitif. Fenomena ini juga terjadi di berbagai sektor profesional, dari teknologi, seni, hingga inovasi. Ketika seorang profesional Indonesia berhasil menciptakan sesuatu yang bermakna, sering kali prestasi tersebut tidak mendapat pengakuan yang setara dengan pencapaian sejenis dari luar negeri. Ini adalah paradoks yang ironis mengingat sumber daya manusia Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk berinovasi dan bersaing.

Menurut Prabowo, perubahan mindset ini tidak bisa ditunda lagi. Untuk membangun daya saing yang kuat, Indonesia harus terlebih dahulu yakin dengan kemampuan sendiri dan memberikan kesempatan yang sama kepada talenta lokal. Investasi dalam menghargai karya anak buah bangsa bukan hanya masalah moril, tetapi juga strategis ekonomi. Ketika ekosistem bisnis dan profesional mendukung pengembangan produk dalam negeri, otomatis akan tercipta lapangan kerja yang lebih banyak, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat ketahanan industri nasional. Prabowo melihat ini sebagai fondasi yang harus dibangun sebelum berbicara tentang ekspansi global.

Komentar presiden ini juga beresonansi dengan tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia. Banyak startup dan entrepreneur muda yang memiliki ide cemerlang, namun kesulitan mendapatkan dukungan dan kepercayaan pasar. Sebaliknya, produk dari brand internasional dengan mudah mendapat sambutan meski harganya lebih mahal. Prabowo mengajak semua pihak—pemerintah, swasta, dan masyarakat—untuk bersama-sama mengubah narasi ini. Diperlukan kampanye kesadaran yang konsisten, kebijakan yang mendukung usaha lokal, serta pendidikan konsumen untuk memahami nilai sejati dari produk dalam negeri. Hanya dengan cara ini, Indonesia bisa membangun kepercayaan diri kolektif dan mengubah potensi menjadi kekuatan nyata.

Transformasi ini membutuhkan komitmen jangka panjang dari semua stakeholder. Pemerintah perlu menciptakan ekosistem yang kondusif, media massa berperan dalam mengangkat cerita sukses anak bangsa, dan konsumen harus mulai mengubah preferensi mereka dengan memberikan kepercayaan kepada produk lokal. Tidak ada jalan pintas untuk membangun daya saing global—harus dimulai dari penghargaan terhadap diri sendiri. Pesan Prabowo adalah pengingat bahwa Indonesia memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi pemain utama di panggung internasional, asalkan kita percaya dan mendukung karya anak buah kita sendiri.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow