Prabowo Ambisi Ubah Indonesia dari Supplier Jadi Penentu Harga Komoditas Global
Prabowo memiliki rencana transformatif untuk mengangkat Indonesia dari sekadar penghasil komoditas menjadi negara yang menentukan harga global melalui bursa mineral dan komoditas yang akan beroperasi tahun 2027.
Reyben - Menteri Pertahanan yang sekarang menjadi Presiden Prabowo Subianto memiliki visi besar untuk mengubah posisi Indonesia di panggung ekonomi global. Bukan lagi sebatas menjadi negara penghasil komoditas, tetapi Indonesia akan naik kelas menjadi pemain yang ikut menentukan harga komoditas di tingkat dunia. Strategi ambisius ini akan diwujudkan melalui pembangunan bursa mineral dan komoditas nasional yang dijadwalkan beroperasi penuh pada 2027.
Rencana Prabowo ini bukan sekadar mimpi di atas kertas. Ada kalkulasi matang di baliknya. Saat ini, Indonesia memang menjadi produsen utama berbagai komoditas strategis mulai dari minyak kelapa sawit, timah, nikel, hingga batu bara. Namun, ironisnya, negara kita hanya menerima posisi sebagai price taker, bukan price maker. Artinya, harga komoditas Indonesia ditentukan oleh bursa-bursa internasional yang berpusat di London, New York, atau Singapura. Keuntungan finansial yang seharusnya didapat Indonesia menjadi terkuras karena tidak memiliki kekuatan untuk memengaruhi penetapan harga.
Dengan mendirikan bursa komoditas dan mineral sendiri, Indonesia berharap dapat mengubah dinamika ini. Bursa lokal akan menjadi pusat transaksi dan reference price bagi komoditas-komoditas unggulan Indonesia. Ketika volume perdagangan tinggi dan likuiditas kuat di bursa Indonesia, maka harga yang terbentuk di sini akan berpengaruh ke pasar global. Ini adalah transformasi ekonomi yang bisa menghasilkan nilai tambah signifikan bagi negara. Bayangkan saja, perbedaan harga bahkan satu dolar per unit komoditas yang ditransaksikan jutaan ton bisa berarti miliaran rupiah bagi kas negara.
Inisiatif Prabowo ini juga bagian dari strategi ekonomi kemandirian nasional yang lebih luas. Dengan menguasai mekanisme penetapan harga komoditas, Indonesia tidak hanya meningkatkan pendapatan negara tetapi juga memperkuat posisi tawar dalam negosiasi perdagangan internasional. Selain itu, kehadiran bursa komoditas Indonesia akan menarik investor global untuk bertransaksi di sini, menciptakan ekosistem finansial yang lebih berkembang. Para ahli ekonomi melihat langkah ini sebagai momentum penting bagi Indonesia untuk lebih aktif dalam mengarahkan perekonomian global, terutama di sektor-sektor berbasis sumber daya alam yang menjadi kekuatan utama negara kepulauan ini.
What's Your Reaction?