Polri Rekrut Eks Jihadis Jadi Pasukan Kamtibmas, Strategi Unik Kapolri Sigit Cegah Radikalisme dari Dalam

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjalin kerjasama unik dengan mantan anggota Jemaah Islamiyah melalui Garda Satya NKRI untuk memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pendekatan deradikalisasi yang inovatif.

Aug 30, 2026 - 13:53
Aug 30, 2026 - 13:53
 0  4
Polri Rekrut Eks Jihadis Jadi Pasukan Kamtibmas, Strategi Unik Kapolri Sigit Cegah Radikalisme dari Dalam

Reyben - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah strategis yang cukup kontroversial dengan merekrut mantan anggota Jemaah Islamiyah (JI) untuk bermitra dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Keputusan ini dilakukan melalui pembentukan Garda Satya NKRI, sebuah organisasi yang akan bekerja sama langsung dengan aparat kepolisian dalam melakukan patroli dan pengawasan di berbagai daerah. Strategi ini merupakan pendekatan inovatif yang mencoba mengubah pandangan masyarakat terhadap mantan kombatan dan sekaligus memanfaatkan pemahaman mendalam mereka tentang jaringan ekstremis untuk kepentingan keamanan nasional.

Garda Satya NKRI dipilih sebagai mitra strategis Polri dengan pertimbangan bahwa anggota-anggotanya memiliki latar belakang pemahaman terhadap ideologi radikal dan jaringan bawah tanah yang selama ini menjadi tantangan bagi aparat keamanan. Dengan merekrut mereka sebagai bagian dari sistem keamanan masyarakat, Polri berharap dapat menciptakan sistem early warning yang lebih efektif untuk mendeteksi potensi radikalisme sejak dini. Selain itu, melibatkan mantan anggota JI dalam kegiatan sosial keamanan juga diharapkan dapat menjadi bagian dari program deradikalisasi yang komprehensif, memberikan mereka kesempatan untuk berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.

Kolaborasi ini mencerminkan perubahan paradigma dalam pendekatan keamanan nasional, dari model yang purely repressif menjadi pendekatan yang lebih holistik dan inklusif. Kapolri percaya bahwa dengan memberikan peran konstruktif kepada mantan anggota organisasi terlarang, mereka dapat termotivasi untuk meninggalkan ideologi lama dan menjadi duta perdamaian di komunitas mereka. Program ini juga didasarkan pada pengalaman internasional dari berbagai negara yang berhasil mengurangi ancaman terorisme melalui program rehabilitasi dan reintegrasi sosial yang terukur dengan baik. Garda Satya NKRI akan fokus pada kegiatan patroli, mediasi konflik komunal, dan edukasi keamanan di tingkat grassroots untuk memperkuat kohesi sosial.

Namun demikian, inisiatif ini juga memicu diskusi mendalam tentang risiko dan manfaat yang harus diperhitungkan dengan matang. Polri telah menyiapkan mekanisme pengawasan ketat dan verifikasi berkelanjutan untuk memastikan bahwa mitra-mitra mereka dari Garda Satya NKRI benar-benar berkomitmen pada nilai-nilai Pancasila dan NKRI. Dengan strategi yang tepat dan eksekusi yang solid, kolaborasi antara Polri dan Garda Satya NKRI diharapkan menjadi model baru dalam menangani tantangan keamanan internal dan menciptakan ekosistem keamanan yang lebih inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow