Polisi Narkoba Toraja Utara Terbukti Terima Sogok Rp110 Juta dari Bandar Narkotika

Mantan Kasat Narkoba Polres Toraja Utara terbukti menerima suap Rp110 juta dari sindikat narkotika selama tiga bulan berturut-turut dengan sistem setoran mingguan Rp10 juta melalui transfer dan uang tunai.

Mar 11, 2026 - 00:26
Mar 11, 2026 - 00:26
 0  0
Polisi Narkoba Toraja Utara Terbukti Terima Sogok Rp110 Juta dari Bandar Narkotika

Reyben - Skandal korupsi kembali menimpa institusi kepolisian Indonesia. Seorang mantan Kepala Satuan Narkoba Polres Toraja Utara didapati menerima suap dari bandar narkotika dalam jumlah fantastis. Selama tiga bulan, tepatnya dari Oktober hingga Desember 2025, pejabat polisi ini telah mengumpulkan setoran mingguan Rp10 juta yang total mencapai Rp110 juta. Uang haram tersebut diterima dalam berbagai cara, baik melalui transfer bank maupun uang tunai langsung, menunjukkan adanya transaksi tersistem antara aparat penegak hukum dan sindikat narkoba.

Kasus ini menggambarkan bagaimana jaringan narkotika berhasil menembus pertahanan sistem keamanan nasional dengan melibatkan oknum polisi yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Keterlibatan kepala satuan narkoba—posisi strategis yang memiliki kewenangan penuh dalam operasi lapangan—membuat peredaran obat-obatan terlarang menjadi lebih sulit untuk ditindak. Sindikat yang beroperasi di wilayah Toraja Utara, Sulawesi Selatan, rupanya telah membangun sistem proteksi melalui penyuapan kepada aparat, memastikan kelancaran bisnis gelap mereka tanpa gangguan dari pihak berwenang.

Penyelidikan mengungkapkan bahwa model penyuapan dilakukan secara berkala dan terstruktur, memberikan indikasi kuat tentang kesengajaan dan perencanaan matang. Pemilihan metode pembayaran yang beragam—kombinasi transfer digital dan tunai—juga menunjukkan upaya untuk menyamarkan jejak finansial. Dengan menerima Rp10 juta setiap minggu, terdakwa diduga telah memfasilitasi kegiatan ilegal bandar dengan memberikan perlindungan, informasi operasional, atau bahkan sengaja tidak menggerebek lokasi penyimpanan narkoba. Kerugian negara yang ditimbulkan tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga dari dampak sosial luas yang ditimbulkan oleh beredarnya narkoba di masyarakat.

Kasus ini menjadi pukulan keras bagi kredibilitas Kepolisian RI yang telah berkomitmen untuk memberantas narkotika. Hadirnya oknum-oknum tidak bertanggung jawab dalam tubuh kepolisian memperlemah upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba secara nasional. Masyarakat Toraja Utara dan sekitarnya telah menjadi korban dari kolaborasi gelap antara aparat dan penjahat narkoba. Diharapkan proses hukum dapat berjalan transparan dan berat sebelah agar tercipta efek jera serta kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dapat kembali dipulihkan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow