Polisi Narkoba Tangsel Terancam Hukuman Pidana, Dua dari Delapan Tersangka Bakal Dijerat Berat

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus yang melibatkan delapan anggota kepolisian dengan fokus pada dua tersangka yang akan dijerat pasal pidana berat terkait penggunaan etomidate bersama Kasat Narkoba Tangerang Selatan.

Jul 27, 2026 - 18:16
Jul 27, 2026 - 18:16
 0  1
Polisi Narkoba Tangsel Terancam Hukuman Pidana, Dua dari Delapan Tersangka Bakal Dijerat Berat

Reyben - Kasus narkoba yang melibatkan delapan anggota kepolisian kini memasuki fase yang lebih serius. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri tidak hanya akan mengenai mereka melalui sidang etik, melainkan juga akan menjerat dua di antara mereka dengan pasal pidana yang lebih berat. Perkembangan ini menunjukkan bahwa investigasi terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba di internal Polda Metro Jaya semakin mendalam dan komprehensif.

Dua polisi tersebut diduga terlibat langsung dalam penggunaan etomidate, sejenis obat anestesi yang disalahgunakan sebagai narkoba sintetis. Mereka dilaporkan melakukan tindakan tersebut bersama-sama dengan seorang Kasat Narkoba di Polres Tangerang Selatan, yang juga menjadi salah satu tersangka utama dalam kasus ini. Sidik jari bukti yang ditemukan dan rekonstruksi kasus menunjukkan keterlibatan mereka cukup kuat untuk dibawa ke meja hijau pengadilan pidana.

Proses penyidikan yang dilakukan Dittipidnarkoba menungkapkan pola yang sangat mengkhawatirkan dalam struktur keamanan di level bawah. Bukan sekadar penyalahgunaan pribadi, melainkan indikasi sistemik yang melibatkan pejabat dengan posisi strategis. Kasat Narkoba yang diduga memimpin penyalahgunaan ini menempatkan kepercayaan publik pada posisi terancam. Sementara itu, enam anggota kepolisian lainnya masih dalam tahap pemeriksaan untuk menentukan tingkat keterlibatan mereka.

Kejadian ini mencerminkan tantangan serius dalam hal pengawasan internal dan disiplin di tubuh kepolisian. Pimpinan Polri telah menandatangani komitmen untuk membersihkan institusi dari elemen-elemen yang merusak reputasi. Dengan penyelesaian kasus ini, diharapkan akan menjadi momentum penting untuk memperkuat mekanisme kontrol dan pencegahan penyalahgunaan obat terlarang di kalangan petugas keamanan itu sendiri.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow