Penjaga Perbatasan Kalbar Butuh Perlindungan Khusus, Sibarani: Beban Kerja Melampaui Kapasitas
Sibarani desak pemerintah memberikan perlindungan risiko kerja kepada petugas imigrasi di perbatasan Kalbar yang dihadapkan pada beban kerja berlebih dan kondisi geografis sulit.
Reyben - Desakan untuk memberikan perlindungan risiko kerja kepada petugas imigrasi di perbatasan Kalimantan Barat semakin keras bergema. Politisi senior Sibarani menjadi salah satu suara yang paling vokal mengangkat isu ini, mengingatkan bahwa kondisi lapangan semakin mendesak membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Tingginya arus mobilitas manusia yang melintas di wilayah perbatasan ternyata tidak sebanding dengan daya dukung sistem pengawasan yang ada saat ini.
Sibarani melihat bahwa meningkatnya volume lalu lintas orang antar negara belum diikuti dengan penambahan kapasitas pengawasan yang memadai. Situasi ini sangat terasa di wilayah perbatasan yang secara geografis memiliki kondisi yang berat dan tantangan tersendiri. Medan yang sulit, jarak yang jauh, dan akses infrastruktur yang terbatas menjadikan tugas petugas imigrasi semakin kompleks dan berisiko tinggi. Padahal, para penjaga garis depan ini adalah tulang punggung sistem keamanan nasional yang tidak boleh diabaikan.
Persoalan menjadi semakin krusial ketika dipertimbangkan bahwa petugas imigrasi di perbatasan menghadapi berbagai tantangan baik dari aspek fisik maupun non-fisik. Mereka harus bekerja dalam kondisi lingkungan yang tidak ideal, berhadapan dengan situasi yang tidak dapat diprediksi, serta menanggung beban administratif yang seringkali membludak. Risiko keselamatan kerja, ancaman kesehatan, hingga tekanan psikologis adalah realitas sehari-hari yang mereka alami tanpa adanya jaminan perlindungan yang komprehensif dari institusi.
Sibarani menekankan bahwa pemerintah harus segera merumuskan skema perlindungan khusus bagi petugas imigrasi di perbatasan. Skema ini idealnya mencakup asuransi kesehatan yang lebih baik, jaminan keselamatan kerja yang ketat, tunjangan risiko yang adil, dan program kesejahteraan yang berkelanjutan. Tanpa langkah konkret ini, kualitas pengawasan di perbatasan akan terus menurun, sementara petugas akan semakin terbebani dengan beban kerja yang tidak sesuai dengan kapasitas mereka yang terbatas.
What's Your Reaction?