Pendaki Ditemukan Dalam Kondisi Kritis di Lereng Rinjani, Meninggal Meski Berhasil Ditolong SAR

Seorang pendaki meninggal dunia setelah dievakuasi dari Bukit Savana Dandaun, Sembalun, akibat hipotermia berat. Meski tim SAR berhasil melakukan penyelamatan dengan cepat, kondisi medis korban yang sudah kritis membuat upaya penyelamatan tidak maksimal.

Jul 5, 2026 - 11:59
Jul 5, 2026 - 11:59
 0  0
Pendaki Ditemukan Dalam Kondisi Kritis di Lereng Rinjani, Meninggal Meski Berhasil Ditolong SAR

Reyben - Operasi penyelamatan yang berlangsung dramatis di kawasan Bukit Savana Dandaun, Sembalun, berakhir tragis setelah seorang pendaki meninggal dunia pasca-evakuasi oleh tim SAR gabungan. Pendaki yang mengalami hipotermia di kaki Gunung Rinjani ini ditemukan dalam kondisi yang sangat kritis, dengan tubuhnya sudah mengalami penurunan suhu drastis akibat paparan cuaca ekstrem di ketinggian. Meski tim penyelamat bekerja dengan cepat dan profesional untuk membawa korban ke lokasi yang lebih aman, kondisi medis yang telah mencapai tahap lanjut membuat upaya penyelamatan tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

Insidensi ini menjadi peringatan serius bagi para pendaki yang ingin menaklukkan salah satu gunung tertinggi di Indonesia. Hipotermia, atau kondisi tubuh mengalami penurunan suhu inti di bawah 35 derajat Celsius, merupakan ancaman nyata yang sering diabaikan oleh para pendaki pemula. Cuaca yang berubah-ubah dengan cepat di ketinggian, ditambah dengan pakaian yang tidak sesuai dan persiapan fisik yang minim, menciptakan kombinasi mematikan. Tim medis yang menangani kasus ini mengungkapkan bahwa korban telah mengalami hipotermia stadium berat ketika ditemukan, yang menyebabkan gangguan serius pada fungsi organ vital.

Kejadian di Bukit Savana Dandaun ini memicu respons cepat dari berbagai elemen tim SAR yang terkoordinasi dengan baik. Melalui upaya koordinasi antara tim ground rescue, medical personnel, dan logistik, pendaki berhasil dievakuasi dari lokasi berbahaya menuju area yang memiliki akses medis lebih baik. Namun, waktu yang terlalu lama sejak pendaki mengalami hipotermia hingga ditemukannya telah memberikan dampak fatal pada kondisi tubuhnya. Para ahli menekankan bahwa dalam kasus hipotermia, setiap menit sangat berharga untuk menentukan keberhasilan penyelamatan.

Para pejabat lokal dan organisasi pendaki telah menggunakan tragedi ini sebagai momentum untuk meningkatkan edukasi keselamatan pendakian. Mereka menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan praacara, perencanaan rute yang matang, persiapan peralatan yang tepat, dan komunikasi rutin dengan base camp. Selain itu, pendaki juga didorong untuk mendapatkan pelatihan dasar tentang pengenalan gejala hipotermia dan first aid. Gunung Rinjani memang menawarkan keindahan alam yang memukau, namun tantangan fisik dan alam yang dihadirkan memerlukan persiapan mental dan material yang sangat serius dari setiap pendaki yang berniat menakluknya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow